Selasa, 14 Juli 2015

Kekayaan Mahanabi Muhammad




Menyambut Maulid Mahanabi Muhammad
24 Januari 2013

Kekayaan Mahanabi Muhammad
Oleh Abdul Haris Booegies

     Siapa nabi terkaya?  Jawabnya tentu Nabi Sulaiman.  Begitu kaya ia sampai memohon kepada Allah untuk memberi rezeki selama sebulan ke seantero dunia.  Permintaan itu ditolak lantaran Raja Sulaiman pasti tidak sanggup kendati cuma sehari.
     Siapa nabi termiskin?  Nabi Ayub termasuk pesuruh Allah yang fakir.  Sebelumnya, ia tergolong taipan global.  Ladang serta kebunnya teramat luas.  Harta benda tak membuat Nabi Ayub tertipu pesona duniawi.  Ia tetap tekun berzikir.
     Kekayaan Nabi Ayub ludes ketika ia sakit selama tujuh tahun.  Teman hidupnya hanya kesengsaraan.  Tubuhnya ringkih oleh penyakit, tetapi, hatinya subur dengan iman.
     Nabi Ayub termasuk insan tabah.  “Kami menyaksikan Nabi Ayub sebagai orang sabar.  Ia hamba terbaik” (Shaad: 44).
     Allah mengabadikan Nabi Ayub empat kali dalam al-Quran.  Namanya tertoreh di an-Nisa, al-An’am, al-Anbiya dan Shaad.
     Nabi Ayub merupakan keturunan Nabi Ibrahim.  “Sebagian dari susur galur Nabi Ibrahim yaitu Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Ayub, Nabi Yusuf, Nabi Musa serta Nabi Harun” (al-An’am: 84).  Silsilah Nabi Ayub ialah Amush bin Zarun bin al-Ish bin Nabi Ishaq bin Nabi Ibrahim.
     Kehidupan para nabi identik dengan perjuangan.  Dalam berdakwah, mereka tidak diperkenankan menerima upah.  Tak ada nabi yang minta bayaran sesudah berkhotbah.  Mereka justru menyiapkan sendiri bekal untuk berdakwah.  Para nabi tidak punya honor dalam menyuarakan risalah Allah.
     Dalam kehidupan sehari-hari, Maharasul Muhammad juga hidup pas-pasan.  Ia tak memiliki istana sebagai seorang presiden negara Islam.  Selama hidupnya, ia menikah sebanyak 13 kali.  Isu bahwa Mahanabi Muhammad punya harem sekedar cock and bull story (cerita bohong) gerombolan orientalis yang doyan caqueter (membual).  Rumah sempitnya malahan satu dinding dengan masjid.
     Kehidupan bersahaja Rasulullah sesungguhnya merupakan pedoman hidup bagi umatnya.  Hikmah mengenai kesederhanaan Mahanabi Muhammad tiada lain pelecut.  Rasulullah sebagai kekasih Allah tertera sebagai individu bersahaja.  Walau demikian, gairah imannya tidak pudar.  Harta berlimpah bukan pijakan meraih kesuksesan.  Ketegaran di tengah keterbatasan justru menjadi jalan tol menggapai keberhasilan.
     Rasulullah berjuang menebar Islam tanpa dana bertumpuk.  Hasilnya ternyata kegemilangan luar biasa.  Dari tengah gurun ia menebar Islam.  Dari kerumunan kafilah-kafilah temperamental ia menyodorkan pelita kehidupan.
     Kini, bermilyar insan ikhlas beriman kepada ajarannya.  Padahal, ia tak pernah dilihat.  Musuhnya memuji, umatnya memuja.  Ia bukan tuhan!  Bukan keturunan dewa dari kahyangan.  Tidak ada yang pernah menyembahnya sekalipun namanya tak putus didengungkan.  Mahanabi Muhammad sekedar pesuruh Allah.  Meski demikian, figurnya abadi sebagai manusia paling mulia sampai hari kiamat.

Aneka Harta
     Dalam hidupnya, harta Rasulullah sangat minim untuk ukuran seorang petinggi nomor satu di suatu negara.  Sebagai panglima perang, ia memiliki sebelas pedang.  Di antara pedangnya ada yang bernama Rasub.  Pedang tersebut dulunya merupakan hadiah Ratu Bulqis as-Sughra kepada Nabi Sulaiman.  Kemudian Matsur yang diyakini pedang buatan jin.  Lantas Shamshamah dan Zulfiqar.  Di samping pedang, ia punya pula tongkat komando.
     Baju besi Mahanabi Muhammad ada tujuh.  Sebuah di antaranya bernama Sugdiyah.  Zirah itu dipakai Nabi Daud saat mempecundangi Jalut.  Rasulullah juga memiliki enam busur, lima tombak serta lima lembing kecil.  Lalu perisai ada tiga.
     Mahanabi Muhammad punya pula cincin yang berfungsi sebagai stempel.  Kemudian aba’ah (mantel) dari katun.  Ia juga memiliki kasur ijuk dengan bantal dari kulit.
     Rasulullah punya pula  penutup kepala (sorban).  Sedangkan hibarah (busana wanita berwarna hitam) dari Yaman, ada dua.  Mahanabi Muhammad juga memiliki dua tongkat.
     Kuda kepunyaan Rasulullah berjumlah enam.  Bagal pun ada enam.  Lantas Mahanabi Muhammad memiliki pula dua keledai berikut dua kijang.  Rasulullah juga punya 40 unta perahan.  Selain itu, memiliki tiga unta betina bernama al-Adhba, ash-Shahba dan ad-Dihaj.
     Adhba boleh dibilang unta manusiawi!  Tatkala Mahanabi Muhammad mangkat, maka, Adhba gundah-gulana.  Unta tersebut kehilangan gairah hidup.  Gejolak maupun gelora hatinya serasa beku.  Ia ogah makan atau minum.  Pembantu serta famili Rasulullah berusaha menghiburnya.  Adhba tidak peduli.  Ia akhirnya mati gara-gara mogok makan.
     Kambing Mahanabi Muhammad berjumlah delapan.  Tujuh digembalakan Ummu Aiman.  Sementara yang seekor dipelihara sendiri buat diminum susunya.  Rasulullah punya pula seekor ayam jantan putih.

Duit Terakhir
     Mahanabi Muhammad bertitah: “Kami para nabi tak mewariskan emas, perak atau tanah.  Pusaka kami cuma iman, hikmah, ilmu dan sunah”.  Dalam perkara harta, Rasulullah bersabda: “Ini sekedar rezeki yang Allah limpahkan kepada saya semasa hidupku.  Kalau saya meninggal, maka, menjadi milik kaum Muslim”.
     Menjelang ajal, Mahanabi Muhammad menyisakan uang tujuh dinar.  Ia lalu menyuruh keluarganya menyedekahkan duit itu.  Perintah Rasulullah rupanya tidak digubris.  Sebab, kala itu kerabatnya sibuk mengurus penyakitnya.
     Sehari sebelum kematiannya, Mahanabi Muhammad bertanya soal uang tersebut.  Siti Aisyah mengaku masih menyimpannya.  Rasulullah kemudian menggenggam duit itu seraya mengeluh.  “Apa jawabku andai saya menghadap Allah dengan uang masih di tanganku?”  Duit terakhir kepunyaan Mahanabi Muhammad yang berjumlah tujuh dinar tersebut akhirnya segera disedekahkan.
     Ketika Rasulullah sakit, Siti Fatimah az-Zahra al-Batul memandang roman ayahnya sembari bertutur: “Ia seorang yang berjiwa bersih.  Ia dinaungi mega.  Ia penolong yatim-piatu.  Ia pelindung para janda”.
     Di masa hidupnya, Mahanabi Muhammad menyediakan rumah khusus kepada istri-istrinya.  Ia secara bergantian menginap di kediaman para istrinya.
     Istri Rasulullah yang bernama Zainab binti Khuzaimah dikenal sebagai Ummul Masakin (ibu kalangan miskin).  Zainab mashur berkat murah hati, penuh kasih sayang serta kelembutan terhadap kaum melarat.  Ia senantiasa memberi makanan dan bersedekah kepada komunitas papa.
     Sebagian harta Mahanabi Muhammad diperoleh dari persembahan.  Contohnya yakni kampung Fadak.  Desa itu dihibahkan kepadanya oleh kalangan Yahudi.  Fadak begitu subur.  Pohon kurma tumbuh berderet.  Sedangkan mata-mata air memancar deras.
     Saat Rasulullah wafat, Fadak ditangani Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq.  Fadak dijadikan harta negara.  Sebagai milik Daulah Islamiyah, maka, Fadak digunakan demi kepentingan umum serta usaha-usaha positif.
     “Engkau Muhammad adalah pilihanKu.  Engkau wali bagi cahaya sekaligus petunjukKu.  Berkat eksistensimu, maka, Aku akan menciptakan bumi dan langit.  Ada pahala serta siksa.  Ada Surga dan Neraka”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amazing People