Label

Tampilkan postingan dengan label TAFSIR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAFSIR. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2023

Ad-Dukhan 28


Ad-Dukhan 28
Oleh Abdul Haris Booegies


     Tafsir merupakan pemandu untuk memahami al-Qur'an.  Tafsir berperan mengakomodasi antusiasme umat Islam terhadap al-Qur'an.
     Al-Qur'an merupakan manuskrip sakral yang termanifestasikan dalam wujud ayat demi ayat.  Rangkaian ayat al-Qur'an memuat pesan universal untuk dihayati serta diamalkan di tengah fenomena dan problematika.
     Al-Qur'an sebetulnya bukan cuma kepunyaan komunitas tauhid, tetapi, berlaku bagi segenap manusia.  Insan beriman atau gerombolan kafir, hamba Allah atau kawanan ateis, niscaya membutuhkan al-Qur'an sebagai panduan di alam semesta.
     Dalam khazanah Islam, ada sejumlah tafsir populer yang diklaim karya terbaik ulama.  Cendekiawan Muslim dengan pengetahuan tangguh ini, siang-malam mengkaji serta meracik firman-firman Allah.  Coretan interpretasinya perihal al-Qur'an kemudian mengarahkan kaum Muslim untuk mengerti maksud Allah.
     Saya ingin menilik tafsir ulama besar tentang ayat ke-28 surah ad-Dukhan.  Ayat ini saya definisikan secara bebas.  "Kami mewariskan seluruh pusaka Fir'aun kepada marga yang lain".
     Ibnu Katsir atau Imad ad-Din Abu al-Fida Ismail bin Umar bin Katsir bin Dhaui bin Dar'i bin al-Qurasyi asy-Syafi'i al-Bushrawi ad-Dimasyqi menafsirkan قَوْمًا آخَرِينَ (kaum yang lain) sebagai bani Israil.  Ini menegaskan bahwa pengikut Nabi Musa menjadi pewaris takhta Fir'aun.
     Abu Said al-Hasan bin Abi al-Hasan al-Bashri dalam tafsirnya memaparkan bahwa قَوْمًا آخَرِينَ (trah yang lain) menyiratkan bani Israil.
     Tafsir al-Jalalain menukilkan bahwa lafal kazaalika di ad-Dukhan 28 menjadi khabar dari mubtada.  Ini menunjukkan kalau perkaranya memang begitu.  "Kami mewasiatkan semua itu" merujuk bahwa harta benda Fir'aun diserahkan (kepada golongan lain) alias bani Israel.
     Muhammad Muhsin Khan penulis The Noble Qur'an menjabarkan ad-Dukhan 28.  "Thus (it was)! And We made other people inherit them (i.e. We made the Children of Israel to inherit the kingdom of Egypt)".
     Ad-Dukhan 28 versi Terjemahan Al-Quran Bahasa Melayu (Malaysia) berbunyi:  "Demikianlah keadaannya (hukum Kami ke atas orang-orang yang derhaka); dan Kami jadikan semua peninggalan Firaun dan orang-orangnya: milik kaum yang lain (kaum Bani Israil)".

Tersesat 40 Tahun
     Di era Fir'aun, bani Israil merupakan kelompok masyarakat eksklusif.  Mereka tercatat sebagai penganut monoteisme.  Mayoritas keturunan Nabi Yaqub mendiami habitat di Gosyen, di delta sungai Nil.  Kawasan ini subur sekaligus cocok untuk menggembala domba.
     Di Mesir yang terletak di bagian Timur Laut Afrika, bani Israil menjadi pekerja bangunan.  Sebagian berprofesi sebagai arsitek.  Yahudi punya hubungan baik dengan Hyksos, yang juga imigran di Mesir.  Hyksos menetap di distrik Timur delta Nil.  Hyksos berasal dari Levant, wilayah yang mencakup Palestina, Suriah serta Lebanon.
     Fir'aun sebagai dewa tunggal di Mesir, merasa kurang nyaman dengan perilaku spiritual bani Israil yang monoteis.  Ini tidak etis gara-gara menodai ketuhanan Fir'aun.  Akibatnya, putra-putra Yahudi dibunuh.  "Mereka menyembelih anak-anak lelaki kalian.  Sementara anak-anak perempuan dibiarkan hidup" (al-Baqarah: 49).
     Di bulan Asyura, Nabi Musa memimpin 12 puak Yahudi keluar dari Mesir.  "Pergilah tatkala malam dengan membawa bani Israil.  Sungguh, kamu bakal diburu Fir'aun!" (asy-Syu'ara: 52).
     Jemaah Nabi Musa mengarah ke Kana'an atau Syam.  Negara Kana'an meliputi Palestina, Lebanon, separuh Suriah dan Yordania.  Kana'an meliputi pula sebagian kecil Mesir di Timur Laut.
     Hijrah bani Israil teramat melelahkan.  Apalagi, tak tersedia cadangan logistik.  Hingga, Allah menghamparkan rezeki berupa manna serta salwa.  Hidangan ini sejenis madu dan unggas.
     Dalam eksodus ini, Nabi Musa sempat pergi selama 40 hari untuk menerima Taurat.  Peristiwa ini lantas memicu bani Israil untuk menyembah patung anak sapi.
     Dalam perjalanan ke Baitul Maqdis, berkali-kali bani Israil berbuat zalim serta maksiat.  Akhirnya, mereka terkatung-katung di gurun Sinai selama 40 tahun.  Selepas berlalu empat dekade, mereka pun tiba di Baitul Maqdis.  "Masuklah ke kota ini.  Nikmatilah sepuasmu aneka makanan di mana saja kalian suka" (al-Baqarah: 58).

Tragedi Laut Merah
     Mengapa Tafsir al-Qur'an al-Azhim تفسير القرآن العظيم (Ibnu Katsir), Tafsir Hasan-al-Bashri تفسير الحسن البصري (Hasan Bashri) dan Tafsir al-Jalalain تفسير الجلالين
 (Jalaluddin al-Mahalli serta Jalaluddin as-Suyuthi) begitu yakin jika قَوْمًا آخَرِينَ (dinasti yang lain) merujuk ke bani Israil?  Saya menduga mereka menyimpulkan ad-Dukhan ayat 28 lantaran sugesti ayat 32 dan 33.
     "Kami pilih bani Israil berdasarkan pengetahuan Kami.  Di atas segala penduduk dunia pada masa tersebut".
     "Kami anugerahkan kepada mereka lewat Nabi Musa beragam mujizat.  Di dalamnya terdapat nikmat nyata".
     Mufasir tentu mengira bila dua ayat ini sejalan dengan ayat 28.  "Kami mewariskan segenap aset Fir'aun kepada rumpun yang lain".
     Deskripsi yang ditimbulkan oleh ordo mufasir klasik serta komtemporer ialah, bani Israil mengambil alih pucuk pimpinan di Mesir.  Alhasil, muncul perspektif bahwa bakda Fir'aun mangkat, maka, penguasa Mesir berasal dari Yahudi.
     Ratusan tahun tafsir قَوْمًا آخَرِينَ (kabilah yang lain) alias bani Israil diaminkan oleh umat Islam.  Padahal, ini tidak akurat.  Tak dilandasi artefak dan enkripsi.  Mesir tidak pernah dipimpin oleh bani Israil.  Tak ada satu teks pun yang melampirkan kalau Mesir pernah dikomandani Yahudi.
     Ketika berada di pinggir Laut Merah yang airnya kembali menyatu, 600 ribu bani Israil bergegas ke Kana'an.  Mereka tidak sudi kembali ke Mesir.  Musababnya, sebagian Yahudi menganggap jika Fir'aun belum mati.  Maklum, Fir'aun manusia setengah dewa.  Kembali ke Mesir sama artinya menyodorkan leher untuk digorok oleh detasemen khusus Fir'aun.
     Dalam hipotesis saya, pascatragedi Laut Merah, maka, terjadi kudeta di istana Luxor.  Hyksos mengambil alih supremasi Fir'aun.  Hyksos tertoreh dalam tapak cemerlang historis sebagai pendatang yang pernah memerintah di imperium Mesir.
     Hyksos berkuasa pada 1638 sebelum Masehi sampai 1530 sebelum Masehi.  Setelah 100 tahun lebih, Ahmose I bersama Kamose kemudian menggelorakan perang guna membebaskan Mesir dari cengkeraman Hyksos.


Selasa, 15 November 2022

Fir'aun


Fir'aun
Oleh Abdul Haris Booegies


     Dalam al-Qur'an, nama Fir'aun (فِرْعَوْنَ) tertera 74 kali di 27 surah.  Di zaman Maharasul Muhammad, tidak ada kontroversi tentang Fir'aun.  Ia tokoh tunggal yang dinarasikan al-Qur'an.
     Tatkala historikus muncul dengan serba-serbi teori, terutama Egiptolog (pakar Mesir kuno), sekonyong-konyong figur Fir'aun berubah.  Sejarawan yakin kalau Fir'aun merupakan gelar, bukan nama seorang diktator tempo dulu.
     Pada esensinya, penggunaan "Fir'aun" tak secorak dengan titel di bentala lain.  Sebagai umpama, Sultan merupakan predikat bagi raja di sebagian mandala Islam.  Kaisar untuk penguasa Romawi, Kisra di Persia, Negus di Abyssinia, Najasyi di Habasyah, Tubba di Yaman, Batlimus di India, Hamengku Buwana di Mataram atau Arung di negeri-negeri Bugis.
     Egiptolog Zahi Hawass menegaskan bahwa vokabuler "Fir'aun" berpangkal dari kata "Baraa" yang berarti "rumah" atau "balairung".  Morfem baraa dalam bahasa Ibrani dilafalkan "Faro".  Orang Arab menambahkan fonem nun.  Hingga, pengucapannya menjadi "Faron".  Zahi Hawaas menengarai bila istilah ini sudah ada sejak Kerajaan Lama Mesir (2686-2181 sebelum Masehi).
     Di sejumlah kuil, tersua kata "Baraa" atau "Fir'aun" dalam hieroglif kerajaan.  Ini karena nama tersebut secara spesifik mengarah pada seorang raja.
     Mustafa Waziri berargumentasi bahwa Fir'aun bukan julukan, melainkan nama seorang sang prabu.  Sedangkan arkeolog Ahmed Nuruddin menginterpretasikan jika tertoreh isyarat di al-Qur'an mengenai kosakata "Fir'aun".  Menurutnya, dalam peradaban Mesir antik yang terkandung dalam al-Qur'an, kata "Fir'aun" merupakan sebutan untuk individu khusus, bukan gelar.
     Saya mengimani bahwa Fir'aun merujuk ke satu sosok.  Fir'aun bukan sapaan untuk sebilangan raja Mesir.  Meski teguh bahwa Fir'aun merupakan individu tunggal, namun, saya tidak menampik kalau Fir'aun tiada lain predikat seorang baginda.  Misalnya saja, Arung Palakka bertajuk Petta Malampe'e Gemme'na yang bermakna Raja Gondrong.  Tak semua adipati Bone berjuluk Petta Malampe'e Gemme'na.  Ini eksklusif untuk Arung Palakka.
     Adolf Hitler bergelar Führer und Reichskanzler (pemandu rakyat serta kanselir).  Tidak ada pemimpin Jerman berlabel Führer und Reichskanzler, selain Hitler.
     Idi Amin Dada Oumee dijuluki Kijambiya (si Parang).  Presiden Uganda itu juga berstatus Lord of All the Beasts of the Earth and Fish of the Sea.  Idi Amin yang berasal dari suku Kakna, beken pula dengan titel Conqueror of the Bristish Empire in Africa.  Tak ada presiden Uganda atau insan Afrika punya emblem demikian kecuali Idi Amin.

Nama Autentik
     Demi membingungkan pembaca karena artikel ini sedikit gila, saya membeberkan ulasan yang gegabah bin teledor.  Ini terkait nama gadungan sekaligus urutan keliru sri paduka yang sekurun Nabi Musa.
     Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar al-Anshari al-Qurthubi mengutarakan dalam tafsirnya bahwa Fir'aun merupakan nama raja.  Ia menegaskan bila nama orisinal Fir'aun yakni Qabus.  Ini mirip dogma Yahudi dan Nasrani bahwa Fir'aun berpanggilan Qabus.  Al-Qurthubi pun menerangkan bahwa Fir'aun sebetulnya nama sifat, bukan nama orang.  Siapa doyan mendebat kebenaran, maka, diserupakan Fir'aun.
     Al-Allamah al-Hafiz Jalaluddin as-Suyuthi menguraikan bahwa Fir'aun merupakan gelar.  Nama sesungguhnya yaitu al-Walid bin Mush’ab.  Panggilannya ialah Abu al-Walid, Abu Murrah atau Abu Abbas.
     Dalam persepsi Abu Nashar Ismail bin Hammad al-Jauhari, Fir'aun merupakan julukan untuk al-Walid bin Mush'ab.  Ini selaras dengan Muhammad Nawawi bin Umar bin Arabi al-Jawi al-Bantani.  Dalam Tafsir al-Munir, ia berteori jika nama asli Fir'aun adalah al-Walid bin Mush’ab bin Rayyan.  Sementara Abu Khalid Abdul Malik bin Abdul Aziz bin Juraij al-Qurasyi al-Umawi tampil lebih komplet.  Sebab, mempresentasikan kalau al-Walid bin Mush’ab bin Rayyan berpunca dari bani Amliq bin Wilad bin Iram bin Sam bin Nabi Nuh.
     Historikus mondial sepakat bahwa nama legal kaisar Mesir di masa Nabi Musa yakni Ramesses (Ramses) II.  Nama ini terdengar sakti.  Musababnya, Ra dalam bahasa Mesir lawas berarti tuhan.
     Rombongan ahli galau, terdengar sedikit gaduh.  Apakah Ramses atau putranya yang bernama Merneptah atau Mineptah yang tenggelam di Laut Merah?  Saga ini makin bising lantaran muncul Thutmose II.  Ia dianggap raja yang menentang risalah tauhid Nabi Musa.
     Silsilah yang tidak konsisten ini, tentu bagian dari kesintingan perihal Fir'aun.  Ulama serta cendekiawan saling berbeda wawasan, baik nama maupun kronologi.
     Saya berpegang bahwa sejak Nabi Musa dilahirkan sampai eksodus menyeberangi Laut Merah, hanya ada satu raja Mesir di era tersebut.  Fir'aun yang memperkenankan Nabi Musa tinggal di keraton setelah dihanyutkan oleh ibunya di sungai Nil, merupakan Fir'aun yang membangkang terhadap nubuat Nabi Musa.
     "Nabi Musa dipungut oleh keluarga Fir‘aun.  Kelak, ia menjadi musuh sekaligus dukacita bagi mereka" (al-Qashash: 8).

Dongeng Agamawan
     Nama Nabi Musa dijumpai berserak dalam al-Qur'an dan Bibel.  Di al-Qur'an, tercatat 136 kali namanya disebutkan.  Terbanyak di antara para nabi serta rasul.  Sedangkan dalam Alkitab, namanya bergema 873 kali di 803 ayat.  Anehnya, tak ada dokumen resmi dari sumber otoritatif atau bukti arkeologis yang mendukung bila betul ada orang bernama Nabi Musa.  Prasasti dengan hieroglif yang banyak ditemukan, tidak satu pun memuat nama Nabi Musa.  Segala klaim argumentasi cuma bersandar pada teks religius, bukan analisis berbasis data ilmiah.  Arkian, arkeolog curiga, benarkah Nabi Musa tokoh riil atau sekedar fiksi para agamawan.
     Di Laut Merah tidak terselip benda baheula peninggalan Nabi Musa bersama pengikutnya.  Padahal, 600 ribu bani Israil sempat melewati dasar Laut Merah selama kira-kira empat jam sampai fajar menyingsing.  Bahkan, sampai kini tak ditemukan lembah tempat bermukim Nabi Musa bersama umatnya sesudah selamat dari cengkeraman Fir'aun.  Dataran di perbatasan Mesir itu pasti luas demi menampung 600 ribu Yahudi.  Di sebuah bukit terjal dekat lembah tersebut, Nabi Musa menerima Taurat.
     Benda arkeologis tidak ada.  Enkripsi di Piramida, kuil serta monumen tak ada.  Situs tidak ketahuan rimbanya.  Ini mengakibatkan arkeolog meragukan riwayat Nabi Musa.
     Substansi makalah ini yaitu Fir'aun, lawan tangguh Nabi Musa.  Arkeolog percaya Fir'aun mati tenggelam.  Ini 100 persen tak terbantahkan, termasuk diyakini oleh sineas Hollywood.  Kala Fir'aun berkuasa, tidak ada satu pun negara sanggup menandingi Mesir.  Apalagi, mengusik kedaulatan Mesir.  Satu-satunya musuh besar Fir'aun ialah Nabi Musa.  Andai Nabi Musa tak pernah ada, niscaya Fir'aun tidak pernah mati tenggelam!

Rumpun Hyksos
     Mesir menjelma superpower di bawah superioritas Fir'aun.  Arsitektur sangat maju dengan memadukan matematika, astronomi, geografi dan kimia.  Pertanian berkembang dengan sistem irigasi serta agrikultur.  Alhasil, mewujudkan Mesir sebagai negara tersubur di Mediterania.  Ini mendorong Mesir menjalin perdagangan dengan kawasan Afrika Timur, Afrika Tengah dan Mediterania Timur.  Fir'aun juga memiliki militer yang teramat kuat dengan jumlah personel 600 ribu.  Korps legiun ini tak sekedar andal menjaga otonomi Mesir, tetapi, bersifat ekspansionis.  Fir'aun mengomandani ekspedisi militer ke Levant, wilayah yang mencakup Palestina, Suriah serta Lebanon.  Ia merangsek pula ke Kana'an dan Nubia.  Ini tercetak dalam epigraf di Gerf Hussein serta Beit el-Wali.  Bala tentara inilah yang menjadi sokoguru supremasi Fir'aun.
     Ayat 25-27 surah ad-Dukhan mendeskripsikan secara indah Mesir zaman Fir'aun.  Ada beragam taman permai, kebun-kebun subur dan mata-mata air yang menyejukkan.  Puri nan megah berderet dengan tiang tinggi serta besar.  Kesenangan-kesenangan terpampang.
     Dalam perspektif saya, ketika Fir'aun mati, terjadi kudeta.  Hyksos (penguasa asing) mengambil alih tampuk kepemimpinan di Mesir.  Di momen itu, Ibu Kota Pi-Ramesses yang berada di Delta Nil, lengang.  Segelintir pengawal hanya bertugas menjaga istana dan keluarga Fir'aun.  Pasalnya, segenap armada perang dikerahkan mengejar Nabi Musa.  Pengamanan yang longgar, memicu kelompok internal enteng merampas kendali kekuasaan.  Takhta, harta serta dayang-dayang Fir'aun pun direbut tanpa perlawanan oleh Hyksos.  Rezim baru ini duduk empuk di singgasana setelah mencoleng Pschent, mahkota resmi Fir'aun.
     "Kami wariskan seluruh pusaka Fir'aun kepada kaum yang lain" (ad-Dukhan: 28).
     Kudeta di Mesir alpa dikisahkan sejarah karena ordo ulama klasik sampai kontemporer mengalami euforia.  Mereka girang berkat Nabi Musa bersama partisannya terbebas dari serangan Fir'aun.
     "Hyksos di Mesir barangkali golongan elite yang memperoleh kekuasaan dari dalam", simpul Chris Stantis, arkeolog di Universitas Bournemouth di Poole, Inggris, dalam sebuah acara di Science News.
     Hyksos merupakan imigran kelahiran Mesir yang menetap di daerah Timur Delta Nil.  Mereka berpangkal dari Levant.  Puak ini mulai hijrah di periode Kerajaan Pertengahan (2040-1633 sebelum Masehi) pada trah ke-12 Mesir.
     Hylsos menjadi dinasti asing pertama yang menguasai Mesir.  Pascakudeta, mereka memindahkan Ibu Kota ke Avaris (Tell el-Dab'a) di Timur Laut Delta Nil, 120 kilometer di Utara Kairo.  Hyksos berkuasa selama tahun 1638-1530 sebelum Masehi dengan membentuk empat wangsa penguasa Mesir.

Tengkorak Luka
     Di tarikh 1881, sebuah mumi ditemukan secara utuh pada reruntuhan di Thebes, Ibu Kota Mesir bahari.  Mumi berambut bergelombang dengan warna merah (cymnotricche leucoderma) ini sampai sekarang belum dapat diidentifikasi secara jitu.  Kini, mumi tersebut dipamerkan di Museum Nasional Peradaban Mesir.
     Benarkah mumi ini Fir'aun?  Benarkah ia Kepala Negara Mesir pada fase purbakala?  Kita tidak punya tongkat sakti sebagaimana milik Nabi Musa yang ampuh membelah Laut Merah.  Kita tak punya tongkat bertuah untuk membedah jati diri mumi bersangkutan.
     Mungkinkah mumi itu adalah Ramses II, putra Seti I yang lahir pada 1303 sebelum Masehi?  Ramses merupakan kaisar ketiga dari dinasti ke-19 emir Mesir.  Ia dilantik sebagai raja pada 31 Mei 1279 sebelum Masehi.  Ramses memimpin Mesir selama 66 tahun.  Ia bergelar Ramses Agung.  Di media purba Yunani, ia masyhur sebagai Ozymandias.  Ramses mangkat di usia 90 tahun pada Juli 1213 sebelum Masehi.
     Sebagian periset berkepastian jika mumi di Museum Nasional Peradaban Mesir adalah Merneptah, anak ke-13 dari 162 anak Ramses II.  Merneptah memerintah Mesir selama hampir satu dasawarsa.  Ia naik takhta pada Agustus 1213 sebelum Masehi.  Merneptah meninggal pada 2 Mei 1203 sebelum Masehi.
     Pada Ahad, 3 Syawal 1396 (26 September 1976), di Museum Etnologi Paris, profesor Maurice Bucaille bersama profesor Pierre-Fernand Ceccaldi memverifikasi tengkorak mumi yang diterbangkan dari Museum Nasional Peradaban Mesir.  Di mumi tersebut ada jejak guncangan keras di bagian belakang perut, dada dan tengkorak.  Luka ini diperkirakan gara-gara hempasan gulungan gelombang.  Ini setakar firman Allah.  "Kami mencampakkan mereka ke laut" (al-Qashash: 40).
     Di raga mumi, melekat sisa-sisa garam.  Ini bukti kalau Fir'aun tenggelam.  "Kami tenggelamkan semua di laut" (az-Zukhruf: 55).
     "Pada hari ini, Kami selamatkan jasadmu supaya menjadi pelajaran bagi manusia yang datang sesudahmu." (Yunus: 92).


Rabu, 26 Oktober 2022

Haman


Haman
Oleh Abdul Haris Booegies


     Piramida identik dengan Fir'aun.  Gerha limas kuno itu digunakan sebagai wadah untuk menyimpan jenazah raja-raja Mesir.  Luas dasar Piramida cukup beragam.  Dari 138 Piramida di Mesir, ada yang mencapai 55 ribu meter persegi dengan tiap sisi seluas lebih 20 ribu meter persegi.
     Penguasa Mesir sebagaimana di bentala lain disebut raja (malik).  Istilah raja terselip di surah Yusuf ayat 43, 50, 54, 72, 76 serta 100.  Fir'aun sebenarnya nama seorang kaisar, bukan julukan untuk para penguasa Mesir.  Kalau Fir'aun merupakan gelar, berarti ada Fir'aun I, Fir'aun II, Fir'aun III, Fir'aun XXX sampai beberapa nomor urut.  Apalagi, Mesir dikuasai selama tiga ribu tahun oleh puluhan dinasti.  Satu trah terdiri atas sejumlah raja.
     Dalam pelbagai pustaka ultramodern yang dikarang oleh individu paling genius di dunia, tidak ditemukan Fir'aun IV, V, VI, D (500) atau M (1.000).  Sebab, Fir'aun tiada lain nama seorang sri paduka yang memerintahkan pembangunan Menara Langit.  Ia sekurun Nabi Musa dan Nabi Harun.
     Piramida merupakan monumen kerucut dengan empat sisi rata yang banyak menyita perhatian egiptolog (ahli Mesir kuno), sejarawan, arkeolog, arsitek, geologiwan, geograf serta astronom.  Mereka terpesona karena piramida dinilai tumpukan batu yang dikreasi secara anggun dan kolosal.  Ada Piramida terdiri atas 2.300.000 blok batu.  Berat batu antara dua sampai 50 ton.
     Semua takjub dengan Piramida berkat manusia di era sebelum Masehi, telah akrab dengan teknologi konstruksi yang canggih.  Nyaris seluruh periset level mondial sepakat jika batu-batu di Piramida diangkut atau diseret untuk dirangkai.  Bila hipotesis tanpa data ini sahih, bermakna Fir'aun punya perkakas pengangkut material horizontal serta vertikal semacam wheel mounted crane, truck mounted crane, rail mounted crane dan free standing crane.  Fir'aun barangkali memiliki pula buldoser, excavator, scraper, compactor, rear dump truck serta motor grader untuk meratakan tanah.
     Alat-alat berat versi Mesir sampai kini tak ditemukan.  Bahkan, teks-teks pembuatan Piramida tidak tersedia.  Ini menandaskan bahwa cara membuat Piramida atau bangunan lain merupakan ihwal lazim di Mesir.  Layaknya kalau nenek mau bikin onde-onde, tak perlu ditulis panduannya dalam bentuk buku atau video untuk diwariskan ke cucu-cicit.

Aneka Teori
     Elon Musk menuding bahwa Piramida dibangun oleh Alien.  Tuduhan ini tersua di ciutannya di Twitter pada Jumat, 31 Juli 2020 (10 Zulhijjah 1441).  CEO SpaceX dan Tesla ini akhirnya direspons oleh egiptolog yang juga mantan Menteri Negara Urusan Kepurbakalaan Mesir Zahi Hawass bersama Menteri Kerjasama Internasional Mesir Rania al-Mashat.
     Elon Musk pasti takjub dengan Piramida.  Soalnya, mustahil ada sistem pengangkutan material untuk membangunnya.  Jika bukan Alien, bagaimana manusia begitu cekatan mengeset Piramida dengan batu seberat dua sampai 50 ton.  Piramida Agung Giza, misalnya, beratnya ditaksir mencapai 5,9 juta metrik ton dengan volume 2,5 juta meter kubik, setara 88 juta kaki kubik.
     Bertahun-tahun kita disuguhi variasi premis mengenai cadas seputar pembangunan Piramida.  Sebagai umpama, 85 persen bebatuan yang dipakai dalam konstruksi Piramida merupakan batu pasir halus.  Batu-batu tersebut bersumber dari galian yang tidak jauh dari lokasi Piramida.
     Para peneliti dari University of Liverpool serta French Institute for Oriental Archaeology di Kairo menemukan sisa-sisa suatu landasan.  Berumur sekitar 4.600 tahun.  Mereka menemukannya di tambang Hatnub di padang pasir Mesir.  Para ekspeditor ini berasumsi bahwa bangsa Mesir menggunakan gerobak luncur demi mengangkut balok batu.  Kereta itu diikat dengan mengaplikasikan tali tebal ke tiang kayu.  Pekerja leluasa menariknya dengan kemiringan landasan sekitar 20 persen.  Alhasil, balok-balok pualam tersebut enteng ditarik keluar dari parit.
     Berbilang divisi kuli mengangkut batu kapur dengan mengendarai perahu menyusuri sungai Nil.  Jarak tambang ke Giza mencapai 18 km.
     Postulat lain menegaskan bahwa Piramida didirikan dengan cadas yang diimpor dari Luxor.  Bebatuan ini lantas digotong ke Giza dengan perahu melewati sungai Nil.  Jarak Luxor ke Giza mencapai 900 km.
     Segenap spekulasi ini menyisakan pertanyaan.  Bila batu itu dikeruk dari lombong, mana contoh batu dari tambang tersebut sekarang?  Kalau diseruk dari gunung, mana ampas bukitnya?  Jika ditarik dengan tali memakai tiang, mana bukti yang tersisa?  Papirus (Cyperus papyrus) dengan hieroglif saja dapat bertahan melewati zaman maupun generasi sampai 4.000 tahun.  Apalagi tali tebal dan tiang panjang.  Lebih parah lagi teori pengangkutan lewat sungai Nil.  Percayalah, dari jutaan ton balok batu itu, pasti ada yang tercemplung ke sungai.  Boleh jadi batu tersebut jatuh menggelinding gara-gara perspektif kesalahan manusia atau perahu karam.  Sampai kini, justru tak ditemukan adanya batu Piramida di dasar bengawan Nil.
     Profesor Gilles Hug dari Amerika serta Dr Michel Barsoum asal Perancis menegaskan bahwa Piramida di Giza dibina dari batu alam dan cadas yang diproduksi secara manual.  Cara pembuatannya ialah dibakar dengan kayu.  Menurutnya, arsitek Mesir purba menggunakan tanah model bubur.  Kedua cendekiawan memprediksi bila pembakaran lumpur itu dicampur dengan adonan kapur.  Usai diolah di tungku perapian, campuran tersebut dipanaskan dengan uap air garam.  Fase selanjutnya yaitu menuang ke cetakan di dinding piramida sebelum mengeras bak karang natural.
     Ilmuwan Belgia Guy Demortier berkeyakinan kalau Piramida terbuat dari unsur tanah liat.  Pada 1981, profesor Joseph Davidovits meneliti batu Piramida di Giza.  Ia mengamati dengan mikroskop elektron.  Direktur Institut Geopolimer Perancis itu menemukan pola jejak reaksi cepat.  Ini merumuskan jika cadas tersebut terbuat dari lumpur.  Teori "tanah liat" yang dikemukakan oleh Davidovits diperoleh sesudah melakukan penelitian selama 20 tahun.
     "Bakarlah tanah liat untukku, Haman.  Bangunlah menara bagiku supaya saya bisa naik memandang Tuhan yang dipuja-puji Nabi Musa" (al-Qashash: 38).

Batu Rosetta
     Haman (هَامٰنَ) di luar Islam beken dengan sebutan Imhotep.  Haman versi al-Qur'an sempat diolok-olok oleh gerombolan orientalis.  Pasalnya, dalam Kitab Ester di Perjanjian Lama diungkap bahwa Haman merupakan pembesar di kerajaan Persia, bukan di Mesir seperti manuskrip Ilahi dalam Islam.  Ia diperkirakan hidup 1.100 tahun pascawafat Nabi Musa.
     Dalam Tanakh (Alkitab Ibrani), tertoreh nama Haman di Gulungan Ester.  Di Perjanjian Lama, Ester merupakan kitab terakhir bagi kanon Alkitab Protestan.
     Di Kitab Ester pasal 3 ayat 1-8, saya menemukan 10 nama Haman.  Pakar menengarai bila kebangsaan Haman menimbulkan simpang-siur.  Musababnya, Haman dianggap nama Persia.  Sedangkan teks Masorah menekankan kalau Haman orang Amalek.  Haman merupakan putra Hamedata yang terdaftar sebagai keturunan Agag, raja bangsa Amalek.  Kaisar Ahasyweros (Xerxes) kemudian mengangkat Haman sebagai pembesar kerajaan Persia.  Ini Haman versi Bibel.
     Pada 15 Juli 1799, seorang perwira dari pasukan Napoleon Bonaparte bernama Pierre François Xavier Bouchard, menemukan Batu Rosetta (حجر رشيد) di Port Saint Julien, el-Rashid (Rosetta) di Delta Nil.  Prasasti ini berupa lempengan cadas berukuran 112,3 kali 75,7 cm dengan tebal 28,4 cm.  Diperkirakan berasal dari tarikh 196 sebelum Masehi.  Informasi di batu granodiorit hitam tersebut ditulis dalam hieroglif, demotik serta Yunani.
     Di Batu Rosetta tercetak nama Haman yang terkait dengan Fir'aun.  Ia diidentifikasi sebagai kepala urusan istana Mesir.  Di brevet karang itu diperoleh pula epigraf jika Haman teramat dipercaya oleh Fir'aun.
     Informasi al-Qur'an identik dengan Batu Rosetta.  Inskripsi tersebut mewartakan bila Haman merupakan ketua proyek konstruksi pekerja batu pahat.  Ia berpredikat Kepala Pematung, titel terhormat di Mesir klasik.  Sementara al-Qur'an mengesahkan Haman sebagai arsitek.
     Haman versi al-Qur'an didukung artefak purbakala.  Tidak disangsikan bahwa Haman di Mesir termaktub sebagai tokoh historis dari saga spektakuler.

Tower Angkasa
     Al-Qur'an enam kali menyebut nama Haman.  Kendati al-Qur'an tak rinci menerangkan biodata Haman, namun, dapat dipastikan ia sangat dekat dengan Fir'aun.  Haman juga berkolaborasi dengan Qarun, taipan yang diangkat sebagai bendahara kerajaan Mesir.
     Trio ini mampus mengenaskan.  Fir'aun bersama Haman tewas akibat tenggelam di Laut Merah.  Sedangkan Qarun ditelan Bumi.  Koalisi tiga serangkai ini pun khatam.
     Ada dua narasi besar perihal Haman di al-Qur'an.  Pertama, ia begitu benci kepada Nabi Musa dan umatnya.  Kedua, Haman merupakan figur di balik pembangunan Menara Langit.
     Saya menerjemahkan صَرۡحًا (bangunan tinggi) di surah al-Qashas ayat 38 serta surah al-Gafir ayat 36 dengan Menara Langit.  Sebab, tujuan Fir'aun mendirikannya yakni untuk melihat Tuhan.  Dari mercu itu, Fir'aun berimajinasi tiba di jalan yang mengarah ke pintu-pintu langit demi menatap Tuhan.
     Apakah Piramida adalah Menara Langit?  Di Edfu yang berlokasi di tepi Barat sungai Nil, ditemukan tujuh Piramida berundak.  Piramida bertingkat ini tidak punya ruang di bagian dalam.  Maklum, bukan pusara raja.
     Piramida berjenjang ini laksana berhias kornis, tonjolan pada tembok.  Hingga, tampak mirip tangga raksasa.  Arkeolog menduga kalau situs berundak ini dibangun agar sang prabu baginda Mesir leluasa naik guna mengintip aktivitas Ra, Dewa Matahari.
     Mungkinkah Piramida bertingkat ini Menara Langit yang dibangun Haman pada 40 abad silam?  Sengaja dibuat berjenjang supaya memudahkan Fir'aun memanjat ke puncak bangunan untuk mengamati Tuhan yang disembah Nabi Musa.
     Sayang sekali bahwa Piramida berlenggek ini cuma bertinggi 13 meter.  Bandingkan dengan Piramida Agung Giza yang tingginya 146,609 meter.  Piramida terbesar ini menjadi konstruksi tertinggi di dunia buatan manusia sampai abad pertengahaan.  Rekornya tumbang pascapembangunan gereja Lincoln di Inggris pada 1311.
     Ada sebuah lagi Piramida dengan gatra bersusun.  Terletak di Saqqara, 20 km dari arah Barat Laut Kairo.  Tingginya 60 meter dengan dasar persegi 120 meter kali 108 meter.  Sisi masing-masing mencapai 63 meter.  Piramida ini berselubung batu kapur tura.
     Tugu arsitektural tersebut masyhur sebagai Piramida Tangga.  Didirikan oleh Djoser yang bernama asli Netjerykhet.  Kaisar ini berkuasa selama dinasti ketiga Mesir.  Piramida Tangga dibangun dengan campuran batu dan tanah liat yang mencapai 330.400 meter kubik.
     Substruktur Piramida Tangga memiliki sistem terowongan.  Koridor itu membentuk labirin dengan panjang sekitar 5,5 km.  Bagian poros tengahnya sedalam 25 meter dengan lebar delapan meter.  Di bagian Timur Piramida Tangga, ada kuburan.  Ditemukan bangkai-bangkai manusia, termasuk wanita berusia 18 tahun.  Sementara mumi Djoser raib digondol maling.
     Elok dipastikan jika Piramida Tangga bukan Mercu Cakrawala buatan Haman.  Soalnya, ada makam?  Di mana sesungguhnya Menara Langit?
     Seorang kapten angkatan laut Denmark bernama Frederic Norden punya diari yang digubah pada tarikh 1737.  Ia berpendapat dalam buku Travels in Egypt and Nubia bahwa ada empat Piramida di dataran tinggi Giza, bukan tiga (Piramida Khufu, Piramida Khafre serta Piramida Menkaure).  Piramida keempat tersebut agak hitam dengan pucuk kuning.  Letak Piramida ini menjorok ke tengah di antara tiga Piramida.
     Frederic Norden tak berhalusinasi atau menilik fatamorgana di gurun.  Pasalnya, ada penulis lain yang membenarkan.  Piramida hitam itu disembunyikan atau gaib dari sejarah pada akhir abad ke-18.
     Setelah 4.022 tahun Haman membangun Menara Langit, kita pun tergoda mencarinya.  Menemukan situs primitif nan fantastis di masa Fir'aun bakal berdampak besar bagi peradaban manusia.  Teknologi konstruksi ala Haman akan mempengaruhi konsep arsitektur futuristis di periode milenium ketiga.
     Menara Langit merupakan puncak prestasi manusia dalam konstruksi bangunan dari jejak historis tempo dulu.  Tower Angkasa tiada lain jembatan antara Bumi dengan langit.  Di era tersebut, penduduk Mesir tidak mengenal tuhan kecuali Fir'aun.  "Saya tak mengetahui ada Tuhan bagi kalian selain aku" (al-Qashash: 38).  Siapa yang mencoba menyembah Ra, Dewa Matahari pemilik sungai Nil, bakal disembelih oleh "detasemen khusus 28.4".
     Tatkala Nabi Musa muncul kembali di istana bakda hijrah ke Madyan di negara bagian Ma'an di negeri Syam.  Fir'aun sontak murka, tersinggung sekaligus penasaran.  Maklum, Nabi Musa datang dengan agenda ukhrawi.  Ia membawa risalah dari Allah, Tuhan Tertinggi yang bersemayam di langit.
     "Fir‘aun bertitah, "Hai Haman!  Buatkan untukku sebuah menara agar saya tiba di jalan yang menuju ke pintu-pintu langit untuk melihat Tuhan yang disembah Nabi Musa" (al-Gafir: 36).


Minggu, 04 September 2022

Maryam


Maryam
Oleh Abdul Haris Booegies


     Nama Maryam, Merjema, Mary, Marie atau Maria, tercantum di al-Qur'an sebanyak 34.  Ia satu-satunya wanita yang disebut dalam al-Qur'an.  Bahkan, namanya diabadikan sebagai titel surah. Maryam merupakan putri Imran, ulama terkemuka di Baitul Maqdis.
     Abu Qasim bin Asakir menukilkan susur galur Maryam.  Menurutnya, leluhurnya dimulai dari Imran bin Matsan bin Azar bin al-Yud bin Akhnaz bin Shaduq bin Iyazuz bin al-Yaqim bin Aibud bin Zaryabil bin Syatal bin Yauhina bin Barsya bin Amun bin Misya bin Hizqiya bin Ahaz bin Mautsa bin Izriya bin Yauram bin Yusyafat bin Isya bin Iba bin Rahba'am bin Nabi Sulaiman bin Nabi Daud.
     Silsilah ini tidak dikenal dalam Islam.  Ini cuma dongeng Israiliyat.  Asal-usul konyol bin gombal bin ceroboh bin sembrono bin sontoloyo ini juga berbeda dengan yang dipresentasikan oleh Muhammad bin Ishaq.  Keduanya sama-sama bingung dengan daftar keliru kakek Maryam yang direka-rekanya sendiri.  Ada pula spekulasi bahwa ibunda Maryam yakni Hannah binti Faqudha bin Qabil.  Ini bernuansa biblikal yang tak sejiwa dengan spirit Islam.
     Tatkala Imran wafat, maka, Nabi Zakaria mengasuh Maryam.  Imam Agung tersebut menempatkan gadis cilik itu di mihrab, ruang khusus dalam rumah ibadah bani Israil.  Di situ, Maryam shalat demi menguduskan Allah.
     "Hai Maryam, taatlah beribadah kepada Tuhanmu.  Sujud dan rukuklah bersama insan yang rukuk" (Al Imran: 43).
     Pada Surah Maryam ayat 28, Maryam diperkenalkan sebagai اُخۡتَ هٰرُوۡنَ (saudari Harun).  Sampai sekarang, orang di luar Islam meledek ayat ini.  Mereka menilai al-Qur'an tidak jeli dari segi sejarah.  Musababnya, mengira Maryam sebagai Miryam, kakak Nabi Musa serta Nabi Harun.
    Dakwaan ini sesungguhnya lembek.  Soalnya, Maryam merupakan putri tunggal.  Tak punya abang atau adik.
     Mengapa al-Qur'an menamakan Maryam sebagai "saudari Harun"?  Louay Fatoohi dalam The Mistery of Historical Jesus (2013) berteori bahwa "saudari Harun" bermakna Maryam merupakan keturunan seorang kakek masyhur bernama Nabi Harun.  Bisa juga berarti seorang kakek lain yang teramat dihormati.  Al-Qur'am menggunakan kosakata "saudara" untuk menghubungkan individu dengan kaumnya.
     Dalam visi Ahmad Deedat, di era tersebut, pribadi saleh dipanggil "saudara Harun" atau "saudari Harun".
     Tesis Ahmad Deedat ini seperti bila kita mengagumi kecerdasan seseorang.  Individu genius sering disebut "berotak Einstein".  Talenta muda lapangan hijau acap dinamakan "titisan Maradona".  Petinju berbakat kerap dipuji sebagai "duplikat Tyson".  Padahal, yang bersangkutan tidak memiliki hubungan keluarga dengan Albert Einstein, Diego Maradona atau Mike Tyson.

Sayap Patah
     Ayat 24 Surah Maryam dimulai dengan فَنَادٰٮهَا مِنۡ تَحۡتِهَاۤ.  Al-Qur'an Tajwid & Terjemah (2008) terbitan Departemen Agama menakrifkan: "Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah".  M Quraish Shihab dalam Al-Qur'an & Maknanya (2010) menafsirkan: "Maka dia (Malaikat Jibril as) menyerunya dari tempat yang rendah (di bawahnya)".  Mahmud Yunus dalam Tafsir Quran mengurainya: "Maka Jibril pun menyerunya ketika itu, sedang ia di bawahnya".
     Dalam Le Saint Coran (terjemah al-Qur'an bahasa Perancis), فَنَادٰٮهَا مِنۡ تَحۡتِهَا diinterpretasikan: "Alors, il l"appela d'au-dessous d'elle (lui disant)".  Di catatan kaki diterangkan jika "il" yang berarti "dia laki-laki" adalah Jibril.
     Dalam bahasa Bosnia, فَنَادٰٮهَا مِنۡ تَحۡتِهَا dialihbahasakan: "I melek je, koji je bio niže nje, zovnu".  "Melek" bermakna malaikat yang merujuk ke Jibril.
     Koranen (Qur'an Majid), versi Denmark karya AS Madsen cetakan 1989, menakwilkan فَنَادٰٮهَا مِنۡ تَحۡتِهَا dengan "Da kaldte (englen) hende fra (et sted) neden under hende".  Morfem "englen" yang diapit tanda kurung berarti malaikat.  "Kemudian (malaikat) memanggil dari (tempat) yang berada di bawah".
     Abdullah Yusuf Ali dalam Holy Qur'an (1998) merumuskan فَنَادٰٮهَا مِنۡ تَحۡتِهَا dengan "But (a voice) cried to her from benerath the (palm-tree)".
     Bacaan Mulia (1982), terjemah al-Qur'an racikan HB Jassin mendefinisikan ayat tersebut secara puitis selaras wawasan A Yusuf Ali.  "Maka suatu suara memanggilnya dari bawah".
     A Yusuf Ali maupun Jassin, sama-sama tak punya catatan kaki perihal sumber suara.
     Benarkah Jibril berseru dari bawah?  Kenapa Jibril bisa ada di bawah Maryam.  Apa yang dimaksud "di bawah"?  Apakah Jibril berada di bawah tebing lantas berteriak ke arah Maryam.
     Mengapa dalam ragam terjemah al-Qur'an, Jibril dideskripsikan berada di bawah.  Apakah sayap malaikat itu patah sampai tidak sanggup terbang ke dekat Maryam.

Sungai Mengalir
     Ada satu lagi terjemah al-Qur'an berbahasa Denmark.  Dalam versi ini, فَنَادٰٮهَا مِنۡ تَحۡتِهَا dimaklumatkan dengan "Infant benævnede hende hendes talemåde".  Aksentuasi frasa ini menginformasikan bahwa "bayi tersebut berbicara kepada dia".
     Terjemah ala Denmark ini sangat masuk akal.  Bukan Jibril yang memekik di dekat kaki Maryam, namun, Nabi Isa.  Apalagi, Isa Alaihisslam tak menangis saat dilahirkan.  Ini selaras Hadis.  "Tiada bayi terlahir tanpa tusukan setan yang mengakibatkannya menangis kecuali Nabi Isa dan Maryam".
     Nabi Isa bersama Maryam tidak menangis kala dilahirkan berkat doa eyang putri, nyonya Imran.  "Saya memohon perlindunganMu.  Bagi Maryam serta anak-cucunya.  Dari gangguan setan terkutuk" (Al Imran: 36).
     Sedetik sesudah dilahirkan, maka, Nabi Isa mengucapkan kalimat : "Jangan bersedih".  Ia menggembirakan sang bunda yang merana ditindih sesak hati selepas bersalin.  Di momen esensial itu, Maryam yang yatim piatu, termangu sebatang kara di tengah kesunyian di antara pepohonan rimbun nan rindang.  Duka Maryam kian menganga lantaran Nabi Zakaria yang selama ini melindunginya, telah lama mangkat.  Hatta, ia gundah di tengah kerinduan untuk pulang ke Baitul Maqdis.
     "Jangan bersedih", merupakan semboyan untuk menghadapi realitas hidup.  Kesedihan tak mengubah dunia tempat kita berpijak.  Waktu terus beranjak tanpa peduli kepada siapa pun atau apa saja.  Siapa bersedih, niscaya tertinggal.  Tenggelam sebagai pecundang kehidupan.  Jangan bersedih.  Sebab, hidup merupakan proses yang terus bergulir sebagaimana sungai yang mengalir.

 

Selasa, 30 Agustus 2022

Biseksual


Biseksual
Oleh Abdul Haris Booegies


     Pada awal Agustus 2022, istilah biseksual sempat mencuat.  Ini terkait dugaan seorang jenderal yang mengidap biseksual.
     Saya pertama kali menyimak terminologi ini di ujung abad 20.  Di sebuah tabloid, John Travolta diisukan biseksual.  15 tahun berselang pada pertengahan 2010, Robert Randolph menuding aktor Hollywood tersebut pernah berhubungan intim dengan minimal enam laki-laki.
     Pada Februari 2016, Indonesia geger bertalu-talu gara-gara skandal cabul SJ.  Pedangdut ini melakukan pelecehan seksual terhadap seorang remaja.  Komisi Perlindungan Anak Indonesia mensinyalir jika SJ positif berorientasi homoseksual.  Bahkan, ditengarai berjiwa pedofilia.  Ia pelaku objek seksual terhadap lelaki muda alias berondong.
     Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Prof Dr Sarlito Wirawan menilai SJ bukan gay dan pedofilia.  Ia memiliki kecenderungan biseksual.
     Kalau memandang remaja keren, biseksual langsung bergairah.  Soalnya, berondong memang enak, legit serta bertenaga unlimited.  Biseksual pun terpekik seraya mendesis: "Ai dooh, life" (aduh, ereksi).
     Biseksual tergolong dahsyat.  Tidak ada lawan jenis, maka, sejenis pun diembat.  Singkat kata, tak ada rotan, akar pun jadi.
     Kawanan biseksual merupakan minoritas dalam komunitas gay dan lesbian.  Kendati sedikit, namun, eksistensinya menimbulkan waswas di tengah masyarakat.  Orangtua khawatir anak-anak mereka terpengaruh gaya pergaulan negatif, konsumtif serta sekuler.

Misil Langit
     Homoseksual bersama turunannya sebangsa lesbian, biseksual, transgender, queer, questioning, intersex, allies, asexual dan pansexual (LBTQQIAAP), berawal di negeri tempat Nabi Luth berdakwah.
     Al-Qur'an serta Hadis tidak memuat nama Sodom dan Gomorah.  Nama Sodom serta Gomorah bersumber dari Bibel yang menyasar ke literatur Muslim.  Saya menggunakan Dar al-Liwath (Anal City) untuk polis atau negara-kota (the city-state) kaum Nabi Luth.  Polis ini berlokasi di sepanjang Timur Laut distrik Laut Mati yang kini terbentang dari Palestina sampai Yordania.  Ibu kota Dar al-Liwath terletak di Utara kawasan Laut Mati.
     Penduduk Dar al-Liwath ditaksir berjumlah 8.000 jiwa.  Mereka hidup makmur.  Berdasarkan tesis Steven Collins, ilmuwan Amerika Serikat, Dar al-Liwath merupakan pusat perdagangan.  Polis ini dikelilingi tembok pertahanan dari bata merah setebal tujuh meter dengan tinggi 10 meter.  Ada gerbang, menara pengawas dan sebuah bulevar yang membelah kota.
     Alkisah di suatu hari, sekelompok pria saling bercengkerama.  Mereka lantas bercanda bagaimana bila saling memadu cinta sebagaimana hubungan suami-istri.  Senda-gurau pun direspons.  Mendadak, perilaku sungsang ini membahana.  Menjalar bak arus listrik sebagai gaya hidup baru di Dar al-Liwath.  Sekonyong-konyong, tiap RT punya klub gay.
     Risalah Nabi Luth ditinggalkan.  Manuskrip profetiknya jadi bahan tertawaan.  Dakwah Nabi Luth makin terjal akibat istrinya berada di barisan homoseksual.  Perempuan rombeng itu menjadi simpatisan fanatik hak-hak gerakan gay demi kepuasan hidup.
     Di suatu subuh yang dingin, Dar al-Liwath dibanting sampai porak-poranda.  Belum hilang keterkejutan para gay yang sedang terlelap, sontak langit bergemuruh-riuh.  Gempuran ofensif dengan sandi Shocked Quartz kemudian membinasakan seluruh homoseksual.
     Serangan kosmik tersebut menghamburkan silika maupun logam cair.  Ada malahan bola batu kecil yang mirip rudal untuk menyambar sasaran.  Di tiap bola itu, tertulis nama seorang warga Anal City lengkap dengan suhu tubuh.  Energi radar pada bola lalu mencari suhu tubuh gay bersangkutan.  Setelah target terkunci, sistem pemandu pun mengarahkan misil untuk merajam pedosa.  Ini dituangkan secara jeli dalam al-Qur'an.  "Kami menghujani secara bertubi-tubi.  Dengan batu dari tanah liat terbakar.  Batu tersebut diberi tanda oleh Allah" (Hud: 82-83).
     Serbuan petaka di Dar al-Liwath diperkirakan seribu kali kekuatan bom atom di Hiroshima.  Di Tall-el-Hammam yang diyakini Dar al-Liwath, bercecer lelehan objek semacam tanah liat, perak serta emas.  Bahkan, terdapat tembikar meleleh menjadi kaca.  "Suhunya melebihi 2.000 derajat Celsius", tutur profesor James Kennett.
     Dar al-Liwat dihancurkan menjelang akhir Zaman Perunggu pada tarikh 1.200 sebelum Masehi.  Area ini pun berubah gurun tak berpenghuni selama tujuh abad.

Penis Patah
     Dewasa ini, terpampang gelombang baru dukungan terhadap homoseksual.  Masyarakat sengaja dibingungkan oleh pengertian gender dan jenis kelamin.  Dalam KBBI, gender bermakna jenis kelamin.  Aktivis LGBTQQIAAP memiliki visi berbeda.  Gender ialah identitas sosial tanpa memperhitungkan jenis kelamin.  Sedangkan jenis kelamin yakni ciri biologis berupa laki-laki atau wanita.
     Untuk menambah efek tekanan terhadap pengakuan homoseksual, maka, disebar pandangan psikologi.  Analisisnya menjabarkan bahwa homoseksual bukan kelainan kejiwaan serta gangguan kepribadian.
     Teori ini dibungkus aneka label yang memusingkan awam.  Pakar menganggap bahwa homoseksual bukan gangguan psikologis.  Pasalnya, tidak ada distress (penderitaan) dan disability (cacat).  Selain itu, homoseksual dipengaruhi hipotalamus di bagian otak.  Muncul pula glosarium ego-dystonic homosexuality.  Ini model gay yang merasa tak nyaman dengan orientasi seksualnya.
     Pihak cendekiawan pun terus mencari justifikasi untuk membenarkan tabiat homoseksual.  Mereka mengampanyekan konsep baru atas nama hak asasi manusia (HAM).  Sintesis pun timbul bahwa homoseksual bukan sodomi yang diistilahkan liwath dalam al-Qur'an.  Sodomi yaitu penetrasi kelamin lelaki ke lubang pantat pasangannya yang juga pria.  Ikhtisar mereka menegaskan jika homoseksual sekedar orientasi seksual kepada sejenis, bukan aksi.
     Kalau homoseksual bukan penyakit, mengapa ia cenderung ke sesama jenis.  Sudah salah pasangan, keliru pula sasaran tembaknya.  Sebab, kelaminnya membobol anus, saluran tai.
     Bila homoseksual sekedar orientasi, berarti tidak ada interaksi berupa sentuhan.  Sebagai umpama, pasangan normal menikah, laki-laki dengan perempuan.  Keduanya tentu punya orientasi tentang seks.  Orientasi tersebut lantas dikonversi dengan sanggama.  Ihwal serupa terjadi pada homoseksual.  Pasangan ini pasti melakukan sodomi.  Mustahil cuma orientasi berupa fantasi.  Mereka juga muskil jika hanya main anggar di atas ranjang.  Bisa-bisa perkakas kejantanan patah.  Membenturkan penis dapat mengoyak corpus cavernosa.  Akibatnya, Mr P bisa patah.  Hingga, mengalami kondisi eggplant deformity, tampak ungu serta bengkak.  Masturbasi agresif saja dapat membuat patah penis.  Apalagi ini main belati tumpul, saling membentur-benturkan.  Sakitnya itu!

Beol di Celana
     Mengapa Allah melaknat homoseksual?  Musababnya, ordo ini mengingkari prokreasi.  Dalam kalkulasi saya, kalau semua populasi Bumi menjelma homoseksual, maka, spesies manusia niscaya musnah kurang dari 50 tahun.  Ini lantaran tak ada kelahiran sekaligus serbuan wabah.
     Dari tahun ke tahun, jumlah manusia susut.  Di samping itu, homoseksual terkena berbagai penyakit.  Deviasi tersebut antara lain inkontinensia alvi atau tidak kuasa mengontrol frekuensi buang air besar.  Anus robek (fisura anal), kutil dubur dan iritasi usus besar.  Perdarahan pada anus serta otot anus melunak.  Bila anus tak kenyal, maka, penderita gampang berak di celana (encopresis).  Paling mengerikan adalah kanker anus.
     Homoseksual enteng diterjang proctitis (radang lubang anus).  Ini bisa mengundang infeksi bakteri seperti chlamydia, gonore, sifilis serta shigelosis.  Proctitis terkait pula dengan penyakit HIV dan hepatitis B.  Pokoknya, segenap variasi penyakit kelamin tersedia berkat sodomi!
     Ragam penyakit akibat sodomi, justru dipandang basa-basi konyol oleh bani LGBTQQIAAP.  Mereka mengolok-olok pesan-pesan profetik sebagaimana dulu puak Dar al-Liwath menertawakan Nabi Luth.
     "Datangkan kepada kami azab Allah!  Jika betul kamu orang benar" (al-Ankabut: 29).
     "Tunggulah!  Kami juga menunggu seperti kamu!" (at-Taubah: 52).


Kamis, 25 Agustus 2022

Saga Kirana

 

Saga Kirana
Oleh Abdul Haris Booegies


     Dari 114 bab dalam al-Qur'an, termaktub kalau Surah Yusuf sebagai representasi paling elok.  Seluruh ayatnya menjadi untaian saga kirana, hikayat nan cemerlang.
     Selama menggeluti beratus kali Surah Yusuf serta al-Kahfi, saya menemukan dua bentuk pengertian "lupa".  Pada ayat ke-45 Surah Yusuf, tersua seorang mantan narapidana yang mengalami amnesia retrograde, kehilangan memori tentang masa silam.  "Ia teringat kepada Nabi Yusuf sesudah lupa beberapa tahun lamanya".
     Pada ayat ke-63 al-Kahfi, jongos Nabi Musa mengalami transient global amnesia.  Ia hilang ingatan atas kejadian yang baru dialami.  "Saya lupa memberitahumu mengenai ikan aneh tersebut".
     Dalam Surah Yusuf, kita disuguhi sketsa bila 11 putra Nabi Ya'qub tak mengenal Nabi Yusuf, Menteri Logistik.  Segelintir mufasir berpendapat jika itu perkara wajar.  Musababnya, mereka terpisah sejak kecil.  Tentu roman dan suara Yusuf Alaihissalam tidak bisa lagi diidentifikasi.
     Tengara ahli tafsir jelas galat.  Buktinya, Nabi Yusuf mampu mengenal semua saudaranya yang tampak kampungan sedang antre di gudang gandum.
     Saya menduga, Nabi Yusuf tak terdeteksi oleh 11 saudaranya karena ia memakai secarik kain untuk menutup muka.  Ini masuk akal.  Pasalnya, Nabi Yusuf teramat tampan dengan fisik atletis.
     Tiap keluar istana untuk melakukan inspeksi, Nabi Yusuf senantiasa mengungkung wajah.  Ini diperbuat agar wanita tidak tergoda.  Perempuan yang menjadi induk semangnya saja tergiur ingin mencicipi kehangatan tubuhnya.  Apalagi cewek-cewek metropolis Mesir.
     Dalam deretan literatur karya sejarawan serta cendekiawan Muslim, tertera nama Zulaikha sebagai bini Potifar alias Qithfir.  Zulaikha bersama Potifar sesungguhnya bernuansa biblikal.  Nama Zulaikha tak ditemukan dalam Hadis.  Kasus yang sama terjadi pada Hawa, istri Nabi Adam.  Hawa atau Eva tidak tercantum dalam Hadis.  Saya lebih suka menyebut Nyonya Adam.  Ini untuk menghindari sekaligus mencampakkan gagasan Israiliyat dalam artikel ini.

Dwitunggal Mesir
     Dalam Surah Yusuf pada ayat 101, ternukil sabda Nabi Yusuf.  رَبِّ قَدۡ اٰتَيۡتَنِىۡ مِنَ الۡمُلۡكِ (Allah menganugerahkanku sebagian kekuasaan).  Saya menakwilkan "sebagian kekuasaan" dengan "wakil raja".
     Kala itu, raja bersama Nabi Yusuf merupakan dwitunggal Mesir.  Kedua tokoh saling melengkapi demi membangun keadilan maupun kemakmuran di Mesir.
     Mustahil "sebagian kekuasaan" bermakna Nabi Yusuf dinobatkan raja lain di area imperium Mesir.  Soalnya, tak ada dua pedang dalam satu selongsong.  Ibarat kata, muskil ada dua Matahari di Bumi.
     Pertanyaannya, mengapa Nabi Yusuf bukan raja.  Kenapa harus wakil raja.  Ini lantaran Nabi Yusuf bukan wangsa pemegang kekuasaan Mesir.  Ia bukan penduduk asli Mesir.  Nabi Yusuf berasal dari pedalaman terpencil bernama Kan'an di Palestina.
     Tatkala Nabi Yusuf menjadi wakil raja, terentang kalau Mesir kian gemilang.  Sebuah teritorial dengan anugerah alam dan keluhuran perilaku masyarakat.  Nabi Yusuf hampir saban hari berjumpa sang prabu baginda di keraton guna menggagas Mesir sebagai mandala dambaan manusia.
     Di Mesir kuno, istana raja dinamakan Fir'aun.  Menurut Zahi Hawass, istilah Fir'aun berasal dari morfem "baraa" yang berarti balairung.  Trah Nabi Ya'qub yang hijrah ke Mesir melafalkan sebagai "faro".  Sementara orang Arab mengucapkannya "farun" karena menunjukkan kata benda.  Penggunaan istilah Fir'aun serupa White House (Amerika Serikat), Nurul Iman (Brunei Darussalam), Kremlin (Rusia), Qasr al-Murabba (Arab Saudi). Christiansborg (Denmark) atau Buckingham Palace (Inggris).

Fir'aun Esa
     Setelah menembus sang waktu serta generasi, muncul seorang kaisar bernama Fir'aun.  Ini menjabarkan bahwa Fir'aun bukan gelar batara-batara Mesir.  Berbeda dengan sultan yang menjadi julukan para penguasa tertinggi negara Muslim.
     Dalam al-Qur'an, terukir 74 kali nama Fir'aun di 27 surah.  Saya meyakini 100 persen bila 74 nama Fir'aun dalam al-Qur'an merujuk ke satu orang!  Dalilnya, al-Qur'an tidak mungkin menstigmatisasi Fir'aun lain.  Dari dulu sampai sekarang, nama Fir'aun sarat aspek negatif.  Ia dideskripsikan angkuh dan kejam.  Fir'aun dipandang sosok megalomania yang berilusi menjadi tuhan.  اَنَا رَبُّكُمُ الۡاَعۡلٰى "Aku tuhanmu yang tertinggi" (an-Naziat: 24).
     Jika misalnya ada lebih dari satu Fir'aun, otomatis mereka pun tanpa disadari dilabeli sebagai figur kurang ajar.  Walau sebenarnya Fir'aun lain tersebut bertolak belakang perangainya dengan Fir'aun orisinal.  Begitu absurd kalau al-Quran tega mendiskreditkan Fir'aun lain.
     Sesudah menyimak total Surah Yusuf, ada sebersit gundah di kalbu.  Keistimewaan Surah Yusuf belum tampak tegas sebagai saga kirana.  Babadnya tampak biasa, kecuali surah ini menginformasikan secara solo perihal Yusuf Alaihissalam.
     Pada Rabu, 24 Agustus 2022, sedetik sebelum shalat Shubuh untuk melayang ke Arasy Rahman.  Terlintas dalam imajinasiku bahwa keindahan Surah Yusuf sesungguhnya berkenaan dengan monarki humanis-religius Mesir.  Bila misteri hieroglif di piramida tersingkap serta arkeolog mampu merekonstruksi Mesir di era Nabi Yusuf, niscaya terhampar kehebatan bentala antik itu di bidang politik, militer, ekonomi, sosial, hukum, budaya, arsitektur dan pertanian.
     Enigma Mesir purba bakal tersibak di masa depan oleh manusia milenium digital.  Kelak, terhampar fakta bahwa kehidupan di Mesir bahari sangat sistematis, ritmis.  Ini berkat ikhtiar Nabi Yusuf.
     Himpunan firman Allah dalam al-Qur'an, tak terhapus di Bumi menjelang Kiamat sebelum rangkaian teka-tekinya terungkap terang-benderang.


Amazing People