Rabu, 31 Agustus 2011

Puisi Inilah Cintaku

Inilah Cintaku
Kutatap wajahmu
Kau menerawang seolah mengabaikan pandanganku
Hatiku dan hatimu kemudian saling terpikat
Kau rindu dicinta
Hidup berseri laksana kembang di taman
Cintamu terpacu
Hatiku terpicu
Tiap hari kudambakan menjelajahi segenap relung kalbumu
Saya menengadah memandang lengkung langit biru
Di lubuk hati terdalam
Kupendam rahasia
Kita mustahil bersatu
Tubuhku milik seseorang
Kau kucintai
Hatiku ingin terpaut dengan dirimu
Kendati usia terasa secepat layu kuncup bunga
Cintaku sepanjang bentangan cakrawala
Cintaku tak surut menapak hari demi hari
Walau kita dipisah sang kala
Jiwaku selalu bersamamu
Secuil riang hatimu senantiasa berdegup di sarafku
Seribu pedihmu ikut kupikul
Kutulis namamu pada debur ombak
Membentang ke samudera
Membentuk rangkaian aksara raksasa
Rembulan pun terpana membacanya
Kau kusayang, namun, tiada mungkin kita bersatu
Terbayang di rongga hati ini
Kau milik sejatiku
Kau kelak mengisi hari-hariku
Sebuah rahasia ternyata menghalangi babad asmara kita
Andai rahasia itu tak pernah terjadi

(akhir Ramadan-awal Syawal 1432 Hijiriah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amazing People