Rabu, 22 Mei 2013

Windows 95


Windows 95
Oleh Abdul Haris Booegies

     Bill Gates, si anak ajaib itu menggebrak lagi.  Pendiri sekaligus bos Microsoft tersebut tiba-tiba menjadi sorotan publik.  The New Establishment dengan harta Rp 26 triliun itu memaksa perhatian dunia menoleh kepadanya lantaran merilis sistem operasi paling mutakhir yang dinamakan Window 95 (Win 95)Operating system canggih yang terdiri atas 13 rangkaian disket set-up tersebut adalah produk terbesar dalam sejarah industri.  Peluncuran Win 95, juga makin mengukuhkan jatidiri Microsoft sebagai satu-satunya perusahaan yang mendikte pasar.

     Kesaktian Win 95 didukung teknologi plug and play pada desktop dan notebook yang langsung bisa mengenali printerWin 95 yang memiliki perhitungan tanpa kesalahan maupun penampilan lebih menarik untuk program-program aplikasi serta games, juga dilapis CD-ROM driveWin 95 yang menggunakan sistem FAT (file allocation table), memungkinkan pula pemakai membuka 50 window sekaligus.  Selain itu, juga dapat membuka secara serentak 15 aplikasi besar.  Win 95 pun dilengkapi Microsoft Network (MSN) sebagai gateway ke Internet.  Bahkan, punya in-box exchange yang menggunakan E-mail dari beberapa layanan seperti American Online, CompuServe dan Prodigy.

     Keistimewaan lainnya yakni fasilitas tools semacam phone dials serta Microsoft Exchange (integrated, fax & voice manager).  Kemudian sanggup melakukan proses real multitasking yang menjalankan beberapa fungsi berbeda dalam program yang sama.  Win 95 memiliki pula feature yang dinamakan OLE (object linking and embedding).  Perkakas tersebut memungkinkan membagi informasi dengan program lain dengan spreadsheet atau word processing.  Kekokohan Win 95 kian merangsang akibat ditunjang driver 32-bit demi pengaturan memori virtual, sistem berkas visual FAT dan peralatan PC cardWin 95 malahan dinilai sebagai Apple Macintosh-like lantaran dua PC dapat dihubungkan dengan menggunakan kabel serial/paralel guna saling bertukar data.

     Sambutan gegap-gempita terhadap Win 95, tidak terlepas dari strategi pemasaran Triple E berupa educate, engage, excite (mendidik, mengembangkan serta memuaskan).  Bahkan, Bill Gates membeli hak siar lagu Start Me Up yang diciptakan Rolling Stones pada 1972.  Hit yang dibeli 12 juta dollar AS itu dijadikan musik simbol Win 95.  Keandalan dan promosi royal tersebut merupakan visi khusus Microsoft sebagai anomali tunggal di tengah iklim market-driven company.

     Walau Win 95 membuat PC lebih enteng dipakai, tetapi, perangkat lunak itu sangat kewalahan beradaptasi dengam software serta hardware model lama.  Win 95 pun teramat rakus terhadap memori (memory-greedy programs).  Para peng-upgrade mesti menyediakan ruang sebesar 100 MB di dalam hard drive supaya mampu mengakomodasi sekitar 60 MB instalasi yang dibutuhkan.  Win 95 yang didukung symmetric multiprocessor support malahan gampang dibekap virus seperti Stoned, Monkey, Anti-exe dan Gen-B.

     Adanya beberapa kelemahan Win 95, ternyata tidak menyurutkan minat masyarakat.  Ihwal tersebut menunjukkan  bahwa insan planet bumi sangat membutuhkan kiat alternatif untuk mencetak prestasi.  Histeria Win 95, juga menerangkan kalau warga di seantero pelosok jagat menghendaki pedoman guna menerjemahkan pola yang bergemuruh demi merajut hit demi hit.  Ledakan antusiasme massa itu membuktikan pula jika komunitas dunia mendambakan masterpeace yang unggul di segala bidang untuk mengakses masa depan.  Mereka merindukan petunjuk aktivitas kerja buat menjejakkan wujudnya di suatu zona idaman.

     Sebelum Win 95 diluncurkan pada 24 Agustus 1995, maka, termaktub bila telah diturunkan kumpulan struktur global di Tanah Arab.  Sistem yang tiada banding maupun tanpa cela yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad tersebut bernama al-Qur’an.  Ayat-ayat universal itu merupakan referensi hidup dengan aneka nuansa multi-dimensi.

     Win 95 yang punya scalable power sangat menggiurkan karena dilapis anggaran iklan 300 juta dollar AS.  Sementara al-Qur’an melesat-pesat berkat prima principle berupa amar ma’ruf nahi munkar serta fastabiqul khairatWin 95 sebagai keturunan langsung MS-DOS yang bisa melakukan banyak aplikasi, disebarluaskan dengan slogan kampanye “where do you want to go today”.  Sedangkan al-Qur’an menembus lapis zaman dengan kisah di balik Hari Kiamat.  Win 95 dengan dukungan networking yang terintegrasi, hanya sanggup dimanfaatkan minimal oleh PC jenis 386 DX dengan RAM 4 megabyte (MB).  Sementara al-Qur’an cocok bagi segenap umat galaksi raya yang berstatus eksekutif dengan gaya post-modern sampai jamaah kelas teri.

     Superioritas al-Qur’an yang membantu manusia mengarungi siasat berbagai fenomena perubahan, menandaskan kalau Win 95 bukan barang yang pantas diagungkan buat memasuki tata internasional dalam The New Era of Computing.  Apalagi, Win 95 yang didesain 450 insinyur, pada hakikatnya cuma jago gembar-gembor dengan gertak sambal yang memang pedas.  Hingga, pada puncak The Decade of the Brain nanti, Win 95 wajib berdoa penuh khidmat agar tidak terseok-seok lunglai.  Di sisi lain, al-Qur’an justru makin bertenaga dengan formulasi perspektif positif.  Posisinya tak goyah menerjang arus zaman berkat pembuktiannya yang powerful dalam realitas.  Eksistensinya tidak pernah tergopoh-gopoh sempoyongan dalam menyesuaikan diri guna melintas seluruh rupa peradaban.
     “Al-Qur’an merupakan penerangan bagi manusia.  Petunjuk sekaligus pelajaran untuk insan yang bertakwa” (al-Imran: 138).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amazing People