Rabu, 22 Mei 2013

James Bond 007



James Bond
Oleh Abdul Haris Booegies

     “You know the name, you know the number” bermakna seorang ksatria Inggris yang sakti.  Namanya James Bond dengan kode 007 yang menandakan ia memiliki lisensi untuk membunuh.  Pria ulet dengan selera humor tinggi itu sarat dengan tradisi Negeri Lady Diana.  Hingga, rona penampilannya terkesan British dan sangat English.  Tokoh Inggris yang abadi tersebut adalah petualang jantan sejati di lingkungan yang beraroma mesiu serta parfum.  Ia cerdas, lihai baku-tarung dan bertenaga menaklukkan hati wanita sampai terlena di atas bantal.
     Bond yang macho, dandy, gentleman, gallant sekaligus lady killer, identik pula dengan teknologi canggih.  Di tiap episodenya yang serba gemerlap, ia selalu bersanding bersama senjata yang unik nian.  Alhasil, agen yang malang-melintang di dunia spionase itu enteng menekuk mampus bandit maniak.
     Detektif terbesar sepanjang masa tersebut punya kendaraan berdimensi mustahil dengan sinar laser.  Mobilnya sanggup mengarungi darat, laut maupun udara.  Kendaraan roda empat terbarunya yang anti-peluru malahan dilengkapi rudal Stinger.  Ia pun memiliki arloji dengan gergaji otomatis serta bom mini berupa pulpen.  Kemudian alat peledak yang mengeluarkan asap kalau Bond menyiulkan Rule Britannia.  Spion dari Dinas Rahasia Kerajaan Inggris MI6 yang mengandalkan pistol Walter PPK 7.65 mm itu, juga punya ikat pinggang yang dapat diulur buat pendakian darurat.  Ia didampingi pula korek yang menyemburkan api raksasa.  Semua “onderdil keberuntungan” dengan sentuhan teknologi milenium tersebut, dirakit oleh Mr Q, ahli persenjataan.
     Teknologi modern yang senantiasa memoles sepak-terjang Bond adalah sebuah mata rantai dalam mengurai alur problem.  Kehebatannya berkelahi, menembak jidat musuh dan menggoda makhluk molek, belum dibilang jago tanpa sederet persenjataan berteknologi apik.
     Keandalan teknologi tersebut mencerminkan bila manusia mutlak menguasai teknologi.  Sebab, teknologi bisa menopang produktivitas warga dunia.  Di samping itu, juga teknologi merupakan juru selamat dalam mengarungi bentangan perangkap lawan.
     Silsilah teknologi memperlihatkan jika puncak energi “perkakas bantu” manusia tertoreh penuh hikmat dalam rangkaian agung sejarah Islam.  Kala itu, teknologi bergemuruh tiada tara serta tanpa banding.  Di zaman pembangunan Kabah, misalnya.  Nabi Ibrahim memiliki batu safir (yaqut) yang dinamakan Maqam Ibrahim (tempat berdiri Nabi Ibrahim).  Wahana melayang tersebut dipakai menyusun batu-batu pembentuk dinding Baitullah.  Benda itu berfungsi seperti pesawat mini yang bertautan dengan pikiran Nabi Ibrahim.  Arkian, materi Surga yang sisinya tidak rata dengan panjang 36 cm dan tinggai 20 cm tersebut, mampu bergerak horisontal sekaligus vertikal.
     Di era Nabi Sulaiman termaktub kisah menyangkut Flying Carpet yang melanglang bebas di bibir orbit planet.  Kekuasaan putra Nabi Daud yang meliputi hamparan angin, menjadikannya leluasa menyeberangi segala atap pelosok negeri dengan selembar permadani.  Pasalnya, Nabi Sulaiman dianugerahi pengetahuan ketakterhinggaan duniawi yang menyentuh pola rekayasa arah serta kandungan udara.  Sementara di masa Nabi Muhammad, terdapat alat angkut yang dinamakan Buraq.  Kendaraan bak kilat khusus super kencang itu sanggup menembus kepekatan malam gulita nan sunyi.
     Teknologi Maqam Ibrahim, Flying Carpet  dan Buraq merupakan warisan berlian emas dalam sejarah olah pikir.  Superioritas tersebut seyogianya mengilhami kaum Muslim zaman sekarang agar bercinta mesra dengan teknologi.  Maklum, dengan teknologi, seorang dai Ibu Kota dapat berceramah subuh di surau dusun terpencil dengan mengendarai helikopter.  Hatta, menjelang pagi, ia tiba kembali di kediamannya guna menghirup secangkir kopi hangat.
     Dengan teknologi, para ustaz maupun kyai mampu menyerukan bahaya api Neraka lewat dakwah inovatif berkemasan mutakhir yang segar.  Berkat sepotong teknologi, ulama sanggup menyampaikan fatwa terbaru via telepon genggam secara serentak.  Teknologi malahan membuat golongan Mukmin punya akses di media komunikasi dalam era digital demi mengetahui saudara seaqidah di segenap penjuru dunia.
     Aneka kedahsyatan teknologi, mempertontonkan kalau wujudnya merupakan suatu mata rantai yang menempa manusia bertahan hidup.  Teknologi tersebut yang sesungguhnya memberikan secarik tiket kehidupan kepada Bond di tengah puing-puing nista Blok Timur (Uni Soviet bersama komunisme).  Ia bisa menghipnotis insan Federasi Mondial perihal kejayaan teknologi lewat hikayat spy-action yang mendebarkan jantung sekaligus menghibur hati.
     Teknologi yang berirama serta berdenting gita kemaslahatan dalam riwayat Mr Bond, layak dipelajari sejak buaian ayunan gemulai sampai liang lahat senyap.  Hingga, tercipta Generasi Tauhid yang siap mengambil alih kendali permainan yang bertabur problematik jahanam.  Apalagi, Islam dilandasi akar teknologi ultra-modern maupun pedoman mulia berupa ayat-ayat Ilahi.
     Alif Lam Ra.  Ini  Kitab yang Kami wahyukan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya benderang dengan izin Tuhan yang Mahaperkasa Mahaterpuji” (Ibrahim: 1).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amazing People