Selasa, 06 Mei 2014

Terjemah Surah an-Nur versi Abdul Haris Booegies



24. An-Nur
(Cahaya)
Dengan Nama Allah, Pemilik Kasih Sayang yang Mahapemurah


1.  Surah ini Kami turunkan.  Kami mewajibkan pelaksanaan hukum-hukumnya.  Di dalamnya tertera ayat-ayat jelas supaya kalian memetik pelajaran.

[Surah ini dinamakan an-Nur (Cahaya).  Maksud an-Nur di sini yakni al-Qur’an]

2.  Pezina perempuan serta pezina lelaki.  Dera masing-masing seratus kali.  Jangan terpengaruh rasa iba terhadap keduanya dalam menjalankan hukum Allah.  Hal itu jika benar kamu beriman kepada Allah dan Hari Akhirat.  Pelaksanaan hukuman harus disaksikan sekelompok insan saleh.

[Pezina yang dimaksud ialah yang belum berkeluarga.  Mereka juga harus diasingkan selama setahun.  Sementara pezina yang sudah berkeluarga dirajam.  Saksi dari kaum Mukmin minimal tiga]

3.  Pezina lelaki tidak wajar menikah kecuali dengan pezina wanita atau musyrik.  Pezina perempuan juga tak layak kawin melainkan dengan pezina lelaki atau musyrik.  Pernikahan begitu terlarang bagi insan saleh.

[Martsad al-Ghanawi yang berprofesi pembawa tawanan dari Mekah ke Medinah menemui Nabi Muhammad.  Ia ingin menikahi Inaq, temannya yang berprofesi pelacur di Mekah.  Rasulullah tidak menjawab.  Hingga, turun ayat 3]

4.  Orang yang menuduh berzina kepada wanita yang terpelihara kesuciannya.  Kemudian tidak didampingi empat saksi.  Dera si penuduh 80 kali.  Jangan terima kesaksiannya selamanya.  Ia fasik, berpaling dari hukum Allah.

5.  Kecuali yang bertobat sesudah itu.  Ia introspeksi diri.  Allah Mahapengampun.  Ia Mahakasih.

6.  Orang yang menuduh istrinya berzina, namun, tak punya saksi selain dirinya.  Kesaksian tunggal dapat diterima kalau ia bersumpah empat kali dengan nama Allah.  Ia bersumpah bahwa dirinya berkata benar.

[Ayat 6-11 berkaitan dengan Hilal bin Umayyah.  Di hadapan Nabi Muhammad, ia menuduh istrinya berselingkuh dengan Syarik bin Sahma.  Rasulullah bertitah: “Hadirkan saksi.  Tanpa saksi kau mesti menerima hukuman cambuk di punggung”.  Hilal bertanya.  “Bagaimana kalau ia melihat istrinya bersama lelaki lain, apakah mesti mencari saksi?”  Nabi Muhammad mengulang sabdanya: “Hadirkan saksi.  Tanpa saksi kau harus menerima hukuman cambuk di punggung”.  Hilal berkata: “Demi Allah yang mengutusmu secara benar.  Saya sudah tegaskan sejujurnya.  Semoga Allah menurunkan ayat untuk membebaskan punggungku dari hukuman cambuk”.

     Riwayat lain menuturkan tentang Uwaimir al-Ijlani.  Ia memergoki istrinya sedang berduaan.

     Seorang pria Anshar menemui Nabi Muhammad.  “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu bila seorang pria melihat istrinya bersama lelaki lain.  Bolehkah ia dibunuh, atau ada opsi lain?”  Allah lalu menurunkan hukum li’an (saling melaknat).  Suami-istri itu lantas saling melaknat.  Nabi Muhammad kemudian memisahkan.  Wanita itu akhirnya hamil.  Sementara suami mengingkari bukan benihnya.  Anak itu dinisbatkan kepada ibunya.  Dari aspek pembagian harta, maka, anak berhak menerima warisan dari ibu.  Sebaliknya, ibu bisa menerima warisan dari anak]

7.  Pada sumpah kelima ia harus berkata: ”Kutukan Allah menimpanya jika berdusta”.

8.  Istri terhindar dari hukuman.  Bila bersumpah empat kali dengan nama Allah bahwa suaminya pembohong.

9.  Pada sumpah kelima ia mesti berujar: “Murka Allah menimpa ia sebagai istri jika suaminya benar”.

10.  Andai tiada karunia serta kasih sayang Allah kepadamu.  Pasti kalian berlumur dosa.  Sekiranya pula Allah bukan Mahapenerima tobat dan Mahabijaksana.  Tentu Ia bergegas menyiksamu.

11.  Pembawa berita dusta (tentang Aisyah) dari golonganmu sendiri.  Jangan sangka kabar bohong itu buruk bagimu.  Elemen itu baik.  Tiap orang di antara mereka bakal dihukum sepadan dengan kesalahannya.  Siapa berandil besar dalam penyebarannya.  Tersedia baginya azab dahsyat.

[1.  Usai berperang dengan bani Musthaliq pada bulan Sya’ban 5 Hijriah, pasukan Muslim bergegas pulang.  Di suatu persinggahan, Aisyah tertinggal karena mencari kalungnya.  Ia ditemukan oleh Shafwan bin Mu’attal as-Silmi.  Keduanya pun pulang ke Medinah.  Desas-desus lalu menyebar kalau Aisyah berselingkuh dengan Shafwan.  Nabi Muhammad kesal.  Menganggap Aisyah tidak becus menjaga kehormatan.  Rasulullah lantas berdiskusi dengan Ali bin Abi Thalib.  Dengan enteng, Ali berujar “ceraikan saja!”

     Skandal ini tuntas berkat kasih sayang Allah.  Aisyah bersih dari fitnah.  Apalagi, Shafwan ternyata impoten.  Ia gugur dalam suatu perang suci.

2.  Fitnah terhadap Aisyah dianggap baik bagi umat Islam.  Pasalnya, menandaskan siapa kubu munafik dan golongan yang murni imannya

3.  Abdullah bin Ubay bin Salul adalah tokoh utama yang menyebar fitnah terhadap Aisyah.  Ia gembong munafik di Medinah.  Konco-konco Abdullah antara lain Zaid bin Rifa’ah, Hassan bin Tsabit, Misthah bin Utsatsah dan Hamnah binti Jahsy]

12.  Mengapa sewaktu mendengar tuduhan tersebut.  Insan saleh baik lelaki atau perempuan, tidak berprasangka baik terhadap sosok yang dicemarkan namanya seraya berujar: “Ini tuduhan nista”.

13.  Mengapa penyebar isu tidak didampingi empat saksi guna membuktikan tudingannya.  Akibat tidak mendatangkan saksi, maka, di sisi Allah mereka pendusta.

14.  Andai bukan karunia serta rahmat Allah kepada kamu di dunia dan Akhirat.  Pasti kalian terkena azab besar karena menyebarluaskan gosip.

15.  Ingat tatkala kalian mendengar desas-desus itu dari mulut ke mulut.  Menggunjingkan dengan mulutmu sesuatu yang tidak kamu tahu sedikit pun.  Kalian menyangkanya perkara sepele.  Padahal, di sisi Allah itu masalah yang besar dosanya.

16.  Sepatutnya sewaktu mendengarnya, kalian segera berkomentar: “Tidak layak kami membincangkan ini!  Mahasuci Engkau (ya Allah dari pencemaran nama baik keluarga Rasulullah)!  Ini fitnah besar!”

[Isu perihal Aisyah bertalu-talu hampir sebulan]

17.  Allah memperingatkanmu!  Jangan pernah mengulang perbuatan begitu selamanya!  Hal itu jika betul kamu insan saleh.

18.  Allah menjelaskan kepada kalian hukum-hukumNya karena Allah Mahatahu lagi Mahabijaksana.

19.  Orang yang girang agar tuduhan buruk itu tersiar di kalangan insan saleh.  Mereka bakal ditimpa azab pedih di dunia dan Akhirat.  Allah tahu segala perkara.  Kamu tidak!

20.  Andai tiada karunia serta kasih sayang Allah kepadamu.  Sekiranya pula Allah bukan Mahapenyantun lagi Mahapenyayang.  Kalian pasti binasa!

21.  Hai insan saleh!  Jangan tergoda setan.  Setan menyuruh melakukan perbuatan keji dan mungkar.  Andai bukan karunia serta rahmat Allah kepada kamu.  Pasti tiada seorang di antara kalian yang bersih dari perbuatan keji serta mungkar.  Allah menyucikan siapa yang Ia kehendaki.  Allah Mahamendengar dan Mahatahu.

22.  Jangan insan yang tinggi kesalehan dan orang lapang rezeki dari kalangan kalian.  Bersumpah tidak mau membantu kerabatnya, orang miskin serta orang yang hijrah demi Islam.  Sebaliknya mereka harus memaafkan dan rela.  Tiadakah kamu suka jika Allah mengampuni dosamu?  Camkan, Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.

[1.  Usai tuduhan terhadap Aisyah terbukti dusta, maka, Abu Bakar ash-Shiddiq berniat menghentikan memberi nafkah kepada Misthah bin Utsatsah.  Selama ini, Abu Bakar menghidupinya karena hubungan keluarga.  “Saya tidak sudi menafkahi lagi Misthah akibat isu yang dihembuskannya terhadap Aisyah”.  Ayat 22 ini lalu diturunkan.  Abu Bakar pun meralat ucapannya.  “Demi Allah.  Saya mau diampuni Allah.  Saya tidak akan menghentikan menafkahi Misthah”.

2. Konteks ayat “hijrah demi Islam” yakni eksodus dari Mekah ke Medinah]

23.  Orang yang melontarkan tuduhan zina kepada perempuan suci sekaligus beriman, tetapi, lengah.  Ia terkena laknat di dunia dan Akhirat.  Tersedia bagi mereka azab dahsyat.

[Maksud ayat ini ialah wanita suci yang lengah terhadap niat buruk orang di sekelilingnya]

24.  Pada hari ketika lidah, tangan serta kaki.  Bersaksi terhadap diri mereka perihal segala yang dulu dilakukannya.

25.  Hari itu Allah membalas secara benar dan adil.  Mereka pun sadar bahwa Allah Mahabenar.  Ia Mahapenjelas.

26.  Wanita keji untuk pria jahat.  Lelaki keji buat perempuan jahat.  Sedangkan wanita baik untuk laki-laki baik.  Pria baik buat perempuan baik.  Orang baik yang dituding keji justru terbebas dari tuduhan buruk.  Mereka yang baik memperoleh ampunan sekaligus rezeki mulia (Surga).

27.  Hai insan saleh!  Jangan masuk ke rumah yang bukan milikmu sebelum meminta izin serta mengucap salam kepada empunya.  Hal itu lebih baik bagimu supaya kalian ingat aturan sopan.

[Seorang wanita Anshar mengadu.  “Wahai Rasulullah, saya berada di rumah dalam keadaan tidak ingin dilihat.  Sedangkan seorang pria kerabatku selalu menemuiku.  Bagaimana saya harus bertindak?”  Ayat ini kemudian diturunkan]

28.  Andai kalian tidak menemui seseorang di dalam.  Jangan masuk sebelum diizinkan.  Bila dikatakan kepada kalian “pulang saja”.  Kalian mesti pergi.  Cara itu beradab.  Allah Mahatahu apa yang kalian perbuat.

29.  Tidak masalah kalian masuk ke rumah yang tidak didiami (tempat umum).  Apalagi, di situ ada hak pemanfaatan.  Ingat! Allah tahu apa yang kalian tampakkan atau sembunyikan.

[Nabi Muhammad memerintahkan agar masuk ke rumah orang dengan meminta izin terlebih dulu.  Abu Bakar bertanya.  “Ya Rasulullah, bagaimana dengan saudagar Quraisy yang biasa pergi pulang dari Mekah, Medinah sampai Syam.  Mereka biasa singgah di rumah tanpa penghuni”.  Ayat ini kemudian diturunkan]

30.  Katakan (wahai Nabi Muhammad) kepada lelaki beriman agar menahan pandangannya (memandang aspek haram) sembari memelihara aurat.  Ihwal tersebut lebih suci.  Allah sangat luas pengetahuanNya terhadap apa yang mereka usahakan.

[Seorang pria berpapasan dengan seorang wanita di suatu jalan di Medinah.  Sang lelaki terus memandang karena terpesona.  Akibatnya, mukanya membentur tembok.  Hidungnya berdarah.  Kejadian itu ia sampaikan kepada Rasulullah.  Nabi Muhammad bersabda:  “Begitulah hukuman atas dosa yang kamu perbuat!”

31.  Katakan (wahai Nabi Muhammad) kepada perempuan beriman supaya menahan pandangan (melihat yang haram) seraya memelihara aurat.  Jangan memamerkan keindahan ragawi kecuali yang biasa terlihat.  Mereka mesti menutup dadanya dengan kudung.  Jangan menampakkan kemolekan tubuh kecuali kepada suami, ayah, mertua, putra, putra suami, saudara, putra saudaranya, putra saudarinya, muslimah, budaknya, pelayan lelaki tua yang tidak punya gairah seks atau anak yang belum mengerti aurat perempuan.  Jangan menghentakkan kaki untuk menarik perhatian guna menampakkan perhiasan tersembunyi (gelang kaki).  Bertobatlah kepada Allah, hai insan saleh supaya kalian berjaya.

[1.  Perhiasan yang biasa terlihat yakni celak, cincin serta cat kuku.  Perhiasan bagian dalam terletak di rambut, leher dan dada.  Dari segi jasmani, perhiasan yang biasa terlihat yaitu wajah serta telapak tangan.

2.  Asma bin Martsad menilai buruk perempuan tanpa kerudung yang menemuinya.  Dada menyembul serta rambut terlihat karena tidak memakai kudung]

32.  Nikahkan bujang (lelaki atau perempuan) yang layak membina rumah tangga di antara kalian.  Kemudian budakmu yang saleh, lelaki maupun perempuan.  Kalau mereka miskin, Allah bakal memberi anugerah dari karuniaNya.  Allah Mahaluas pemberianNya.  Ia Mahatahu hambaNya yang butuh pertolongan.

33.  Orang yang tak mampu kawin.  Mereka mesti menjaga kesucian dirinya sampai Allah memberi biaya dari limpahan karuniaNya.  Budak-budakmu yang lelaki atau perempuan yang hendak membuat kesepakatan untuk memerdekakan diri (dengan sejumlah bayaran).  Kamu mutlak menerima perjanjian itu jika tahu ada sifat baik pada mereka.  Beri rezeki yang dianugerahkan Allah kepadamu.  Jangan paksa budak perempuanmu melacur.  Padahal, mereka menghendaki kesucian diri.  Kamu menyuruhnya melacur karena mendambakan keuntungan duniawi.  Jangan memaksanya!  Allah Mahapengampun serta Mahapengasih kepada mereka sesudah dipaksa.

[1.  Budak milik Huwaithib bin Abdul Uzza meminta akad mukatabah (kesepakatan antara tuan dengan budak.  Sejumlah harta disetor oleh budak untuk membebaskan diri).  Huwaithib menolak.

2.  Cara Islam menghilangkan perbudakan adalah hamba sahaya meminta kepada tuannya untuk dimerdekakan.  Syaratnya, si budak membayar sejumlah biaya yang ditetapkan.  Pemilik budak seyogianya menerima perjanjian kalau budak itu dinilai bisa menebus diri dengan harta halal.  Proses percepatan pelunasan perjanjian antara lain dari zakat

3.  Masyarakat Jahiliah memaksa budak wanitanya melacurkan diri.  Hasil transaksi itu lalu direbut oleh tuannya sebagai pajak.

4.  Musaikah bersama Umaimah dipaksa melacur oleh tuannya, Abdullah bin Ubai bin Salul.  Keduanya melaporkan peristiwa itu kepada Nabi Muhammad]

34.  Kami mewahyukan kepadamu.  Ayat-ayat nan terang.  Suri teladan manusia terdahulu sebelum kalian.  Kemudian nasehat bagi insan takwa.

[Kisah Aisyah kena fitnah mirip riwayat bahari yang menimpa Maryam binti Imran maupun Nabi Yusuf.  Maryam dituduh berzina ketika ia mengandung Nabi Isa.  Sementara Yusuf Alaihissalam dituding bercinta dengan istri tuannya]

35.  Allah pemberi cahaya ke langit serta bumi.  Perumpamaan cahaya Allah seperti ceruk di dinding rumah.  Di ceruk itu terdapat pelita yang berada dalam semprong kristal.  Semprong kristal bak bintang cemerlang yang berpijar laksana mutiara.  Pelita dinyalakan dengan minyak zaitun yang banyak faedahnya.  Zaitun diterpa sinar mentari sepanjang hari dari arah Timur dan Barat.  Minyak zaitun yang jernih nyaris berkilau.  Membuat pelita terang, walau tidak kena percik api.  Cahaya berlapis cahaya.  Allah menuntun siapa yang Ia kehendaki kepada cahaya.  Allah mengemukakan aneka tamsil untuk manusia.  Allah Mahatahu segenap hal-ihwal.

[1.  Ayat ini dianggap seagung Ayat Kursi.  Dinamakan Ayat Cahaya.  Sebab, membahas sejumlah cahaya.  Allah sumber cahaya.  Pelita memancarkan cahaya.  Tabung kristal menambah besar efek cahaya.  Zaitun hampir pula melepaskan cahaya.  Semua serba bercahaya.

     Dalam Ayat Cahaya ini, terdapat dua cahaya.  Pertama, cahaya berupa sinar.  Kedua, al-Qur’an sebagai cahaya yang bersemayam di hati umat Islam

2.  Misykat ialah relung atau lubang di dinding rumah yang tidak tembus sampai ke sebelah.  Lubang itu biasa dipakai untuk menaruh lentera atau perabotan lain.

3.  Pelita yang berada dalam semprong kristal pasti makin cemerlang cahayanya.  Selain itu, sinar dalam tabung kristal tidak padam kendati angin bertiup kencang.  Ini mendeskripsikan bahwa hati umat Islam (pelita) makin benderang berkat semprong kristal (al-Qur’an).

4.  Nurun ala nur maksudnya cahaya yang berlapis-lapis.  Ada pelita, tabung kristal serta zaitun]

36.  (Cahaya Allah menerangi) masjid yang diperintahkan Allah untuk dijunjung penuh takzim.  Asma Allah digemakan di dalam masjid.  Dikuduskan pada pagi maupun petang.

[Nama Allah digaungkan pada siang dan malam lewat azan, shalat, zikir dan bacaan al-Qur’an]

37.  Ibadah sejati dilakukan orang yang kukuh imannya.  Tidak sibuk dengan perniagaan yang mengakibatkan lalai mengingat Allah.  Mereka shalat sambil membayar zakat.  Mereka gentar dengan Kiamat.  Hari yang menguncang hati serta memaksa mata liar ketakutan.

[Umat Islam Medinah banyak berdagang.  Biarpun sibuk, namun, mereka bergegas ke masjid untuk shalat jika azan berkumandang]

38.  Mereka mengerjakan ibadah supaya Allah membalas sebaik-baiknya.  Kemudian berharap Allah menambah lagi karuniaNya.  Allah memberi rezeki tanpa batas kepada siapa Ia berkenan.

39.  Pahala orang kafir.  Serupa fatamorgana di gurun.  Disangka air oleh orang dahaga.  Kalau dihampiri.  Tiada ditemukan sesuatu.  Kelak, ia dihukum oleh Allah.  Allah pasti membuat perhitungan dengannya.  Camkan, Allah sangat cepat menuntaskan perhitunganNya.

[Ayat ini berkenaan dengan dua bersaudara, Utbah bin Rabiah dan Syaibah bin Rabiah.  Keduanya mati kafir]

40.  Kondisi begundal kafir.  Serupa pula di tempat gelap-gulita di laut luas yang dalam.  Diliputi ombak.  Di atas gelombang ada gelombang.  Di atasnya lagi ada awan tebal.  Suatu kepekatan gelap yang tindih-menindih.  Jika mengeluarkan tangan.  Tiada sanggup ia lihat.  Siapa tidak diberi cahaya hidayah oleh Allah.  Ia mustahil menemukan secercah cahaya untuk memandunya ke agama Islam.

[1.  Tiada cahaya di laut pada kedalaman 1.000 meter.



 2.  Di bawah permukaan laut terjadi gelombang internal.  Ini maksud al-Qur’an “Di atas gelombang ada gelombang”.

     Gelombang internal merupakan gelombang yang terjadi pada batas dua lapisan air laut dengan rapat massa yang berbeda,  Ini terjadi karena perbedaan rapat massa atau densitas air laut.  Perbedaan terjadi akibat gaya pembangkit yang mungkin berasal dari angin, pasang surut atau gerakan benda di permukaan laut.  Densitas air laut dipengaruhi oleh tiga aspek berupa salinitas, temperatur sekaligus tekanan.

     Gelombang internal tidak terlihat karena terjadi di bagian dalam.  Kehadirannya bisa dideteksi dengan pengukuran piknoklin atau termoklin.  Metode ini dapat dilakukan dengan sensor pengukuran suhu, salinitas air laut, kecepatan arus laut serta peralatan akustik semacam sonar]


41.  Tahukah kamu (wahai Nabi Muhammad) mengenai Allah?  Kepada Ia bertasbih seluruh makhluk yang di langit dan bumi.  Termasuk burung yang terbang di angkasa.  Masing-masing paham cara berdoa seraya bertasbih.  Allah Mahatahu apa yang mereka lakukan.

42.  Milik Allah kuasa pemerintahan di langit serta bumi.  Kepada Allah kembali segenap makhluk.

43.  Tiadakah kamu lihat bahwa Allah mengarahkan mega secara perlahan.  Ia kumpulkan segumpal demi segumpal.  Ia menumpuknya berlapis-lapis.  Selepas itu kamu lihat hujan turun dari celah-celahnya.  Allah menjatuhkan pula butir-butir es dari langit lewat awan yang berarak-beriring seperti gunung-ganang.  Ia menumpahkan hujan es kepada siapa yang diinginkan.  Ia menghindarkan kepada siapa Ia berkenan.  Kilau kilatnya nyaris menyambar sembari menyilaukan pandangan.

44.  Allah mengganti malam dengan siang silih berganti.  Elemen tersebut mengandung pelajaran bagi manusia yang dilengkapi visi, wawasan ke depan.

45.  Allah menciptakan segala jenis hewan dari air.  Sebagian merayap dengan perutnya.  Sedangkan yang lain berjalan dengan dua kaki.  Ada lagi berjalan dengan empat kaki.  Allah menciptakan yang Ia inginkan.  Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu.

[Sampai hari ini, seluruh makhluk yang terlihat mata berasal dari cairan.  Makhluk jantan menyemprotkan sperma ke rahim makhluk betina]

46.  Kami mewahyukan ayat-ayat yang menerangkan hakikat kebenaran dengan dalil serta bukti.  Allah membimbing siapa yang Ia inginkan menuju ke agama Islam.

[Jalan lurus adalah Islam]

47.  Gerombolan munafik berujar: “Kami beriman kepada Allah.  Percaya kepada RasulNya.  Kami taat”.  Segolongan mungkir sesudah pengakuan itu.  Mereka bukan manusia beriman.

48.  Bila diseru mematuhi hukum Allah serta Rasul agar perkaranya diputuskan oleh Nabi Muhammad.  Golongan munafik mendadak menolak (karena keputusan tersebut tidak menguntungkan dirinya).

[Berseteru seorang munafik dengan seorang Yahudi.  Si munafik mengadu ke Ka’ab bin al-Asyraf.  Sementara si Yahudi melapor kepada Nabi Muhammad.  Pertimbangan si Yahudi bahwa Rasulullah memutuskan berdasarkan kebenaran.  Ayat 48-50 lalu turun]

49.  Sebaliknya bila keputusan itu memberi kebaikan kepada mereka.  Pasti mereka datang dengan patuh kepada Rasul.

50.  Mengapa tak mau datang?  Apakah hatinya mengandung penyakit (ingkar Allah), ragu (terhadap kebenaran hukum) atau takut jika Allah serta Rasul berlaku zalim.  Mereka justru zalim karena ingkar dan bimbang.

51.  Sejak dulu, jawaban insan saleh tatkala diseru kepada Allah serta Rasul agar ada ketetapan hukum bagi mereka ialah: “Kami dengar.  Kami taat”.  Mereka ini meraih kejayaan.

52.  Siapa taat kepada Allah serta Rasul ketika sedang berperkara.  Takut kepada Allah terkait dosa-dosa sebelumnya.  Kemudian bertakwa demi menjaga diri jangan terkena azab Allah.  Pasti mereka beruntung.

53.  Orang munafik dengan teguh bersumpah atas nama Allah bahwa jika kamu (wahai Nabi Muhammad) menyuruh berperang.  Pasti dilakukannya.  Katakan: ”Jangan bersumpah dusta.  Ketaatan palsu begitu sudah mashur.  Allah teramat mendalam pengetahuanNya mengenai apa yang kalian perbuat”.

54.  Katakan (wahai Nabi Muhammad): ”Patuhlah kepada Allah serta Rasul.  Jika kalian ingkar, maka, Rasul hanya bertanggungjawab terhadap perintah yang ditugaskan kepadanya.  Kewajiban kalian pun cuma tanggung jawab yang dipikulkan kepadamu.  Kalau taat, niscaya kalian memperoleh hidayah.  Rasul sekedar penyampai amanah Allah secara terang”.

55.  Allah menjanjikan insan saleh dari kalangan Islam yang membuktikan iman mereka dengan perilaku bajik.  Allah pasti mengangkatnya penguasa di bumi sebagaimana orang terdahulu yang dijadikan penguasa.  Ia meneguhkan Islam yang diridaiNya untuk mereka.  Ia mengubah keadaan mereka menjadi aman-sentosa setelah mengalami ketakutan mencekam gara-gara ancaman musuh.  Mereka menyembahKu tanpa menyekutukan sesuatu dengan Aku.  Siapa kafir sesudah janji pasti itu.  Mereka tergolong fasik, tidak taat kepada Allah.

[Umat Islam yang hijrah ke Medinah merasa tidak tenteram.  Nyawa mereka terancam.  Mereka pun merindukan rasa aman untuk hidup nyaman]

56.  Laksanakan shalat.  Tunaikan zakat.  Taatlah kepada Nabi Muhammad supaya kalian memperoleh rahmat.

57.  Jangan kira cecunguk kafir bisa luput dari siksa Allah di dunia.  Tempat kembali mereka yakni Neraka.  Suatu tujuan akhir paling buruk.

58.  Hai insan saleh.  Sepatutnya budak-budakmu (pria serta wanita).  Kemudian anak belum balig dari kalangan kalian.  Meminta izin dalam tiga kesempatan kepadamu untuk masuk ke kamarmu.  Sebelum shalat Fajar (subuh).  Ketika kamu menanggalkan busana di tengah hari (untuk istirahat).  Sesudah shalat Isya.  Tiga momen itu aurat bagi kamu (karena melepas pakaian atau bersantai).  Kamu bersama mereka tak berdosa selain tiga waktu tersebut.  Mereka masuk-keluar melayanimu.  Begitulah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada kalian.  Camkan, Allah Mahatahu.  Ia Mahabijaksana.

[Umar bin Khattab ditemui seorang pelayan Anshar.  Umar kurang senang karena tak mau dilihat orang.  Riwayat lain ialah Asma binti Abi Martsad.  Ia ditemui pelayan dewasa di waktu yang tidak disukainya.  Asma mengadu kepada Rasulullah]

59.  Bila anak-anakmu balig.  Mereka juga mesti meminta izin untuk masuk ke bilikmu seperti cara orang dewasa.  Demikianlah Allah menerangkan kepada kalian ayat-ayatNya.  Ingat, Allah Mahatahu lagi Mahabijaksana.

60.  Perempuan tua yang telah berhenti haid.  Tidak punya lagi hasrat untuk kawin.  Tiada salah melepas pakaian luarnya, asal jangan bertujuan memamerkan kemolekan tubuh.  Bersikap sopan dengan menjaga aurat merupakan ihwal terbaik.  Ingat, Allah Mahamendengar.  Ia Mahatahu.

61.  Tiada rintangan bagi orang buta, pincang, sakit atau dirimu untuk makan bersama di rumahmu.  Tak juga salah kalau makan di rumah bapakmu, di rumah ibumu, di rumah saudaramu, di rumah saudarimu, di rumah saudara bapakmu, di rumah saudari bapakmu, di rumah saudara ibumu, di rumah saudari ibumu, di rumah yang kuncinya dititipkan kepada kamu atau di rumah rekanmu.  Tidak ada halangan kamu makan bersama atau sendiri.  Bila masuk di antara rumah itu, kamu harus memberi salam kepada penghuninya.  Suatu salam dari sisi Allah yang sarat berkah sekaligus santun.  Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat kepadamu.  Semoga kalian mengerti.

[1.  Sebelum Islam muncul, orang buta, pincang dan sakit enggan makan bersama manusia normal.  Mereka yang cacat merasa risih sekaligus rendah diri.  Sedangkan makan bersama orang sakit dianggap menjijikkan.

2.  Kaum Muslim yang berangkat jihad menitipkan kunci rumahnya pada tunanetra, pincang, sakit atau keluarganya.  Pemilik rumah menyuruh mereka makan jika mau.  Sedangkan pemegang kunci khawatir memakan makanan di rumah itu tidak halal.  Sebab, pemiliknya diperkirakan tak ikhlas.  Ayat ini pun diturunkan.

3.  Salam yang ditujukan kepada penghuni rumah otomatis penghormatan pula bagi pemberi salam]

62.  Orang yang mantap imannya.  Mereka niscaya percaya Allah serta Nabi Muhammad.  Jika bersama Rasul dalam suatu dialog.  Mereka tidak meninggalkannya sebelum meminta izin.  Orang yang memohon izin kepadamu (wahai Nabi Muhammad) untuk suatu urusan.  Mereka benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul.  Bila meminta izin kepadamu.  Perkenankan yang kamu kehendaki.  Mohonlah ampun kepada Allah untuk mereka.  Allah Mahapengampun.  Allah berlimpah-ruah dengan kasih.

63.  Jangan memanggil Rasulullah seperti panggilan sesama kalian.  Allah tahu di antara kalian ada yang menyelinap meninggalkan majelis Nabi.  Kepada pelanggar perintah Rasul agar bersiaga.  Jangan ia tertimpa cobaan atau bencana pedih.

[Sahabat terbiasa memanggil Maharasul Muhammad dengan “wahai Muhammad”, “wahai putra Abdullah” atau “wahai Abu al-Qasim” (Qasim adalah putra pertama Nabi Muhammad dari Khadijah).  Ayat ini mengimbau sahabat supaya memanggil Mahanabi Muhammad dengan “ya Rasulullah” (Rasul Allah) atau “ya Nabiyullah” (Nabi Allah)]

64.  Camkan! Allah penguasa segala yang di langit dan bumi.  Ia tahu keadaanmu sekarang.  Tahu pula keadaanmu pada Hari Kiamat saat dikembalikan kepadaNya.  Allah bakal mewartakan kepada mereka segala tindak-tanduknya.  Allah Mahatahu tiap aspek.



























































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amazing People