Minggu, 11 Mei 2014

Mencabut Nyawa Pencabut Nyawa


Mencabut Nyawa
Pencabut Nyawa
Puisi Abdul haris Booegies
Terdengar ketuk

Dari balik pintu

Sesosok algojo maut bertandang

Mulutnya berseru

Hari ini

Nyawamu tereliminasi

Kedaluarsa di bumi

Adakah permintaan terakhirmu?

Cabut nyawaku perlahan

Seperti arus sungai

Di musim kemarau

Kau insan luhur

Pasti dicabut perlahan

Seperti gerak bulan mengitari bumi

Adakah permintaan terakhirmu?

Tuturkan padaku

Cara mencabut nyawa

Kau lihat simpul tali yang menjalar di bawah rambutku

Bila kau urai

Pasti nyawaku melesat melayang

Ikatan itu ingin kubuka

Saya hendak melihat sukmamu

Pasti kukabarkan padamu

Wujudnya yang indah

Kau berbicara di luar prosedur hukum

Wahai sang pencabut nyawa

Itulah permintaan terakhirku

Melihat rohmu yang elok

Kau sudah mencabut nyawa
Separuh penduduk bumi

Kau puas melihat roh mereka

Kau yakin dengan permintaan terakhirmu?

Positif!

Ini kunci ikatan di ubun-ubunku

Kini saya tarik rohmu

Ini dia rohmu

Kau bisa melihatnya?

Astaga

Kau mati

Kau datang untuk mencabut nyawaku

Di tanganku

Nyawamu justru terenggut

Siapa bakal mencabut nyawaku sekarang?
Karunrung, Rabu, 7 Mei 2014. Pukul 13.17-13.45



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Amazing People